KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Workshop penyusunan program anti perundungan atau bullying digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri atau SMKN 2 Kuala Kapuas, Senin 19 September 2022.

Kegiatan ini merupakan penerapan sekolah bebas perundungan di SMKN 2 Kuala Kapuas, program SMK PK tahun 2022. Dengan mendatangkan narasumber dari Guru Bimbingan Konseling SMKN 3 Kuala Kapuas Rejeki Amiana, S.Psi.

Dalam workshop ini pesertanya sebanyak 78 orang terdiri dari Kelas X 49 siswa , Kelas XI 10 siswa, dan dewan guru SMKN 2 Kuala Kapuas sebanyak 19 orang. Mereka terlihat begitu antusias saat mengikuti kegiatan workshop ini.

Waka Kurikulum SMKN 2 Kuala Kapuas, Dede Kusmiyadi S.Pd, mengatakan tujuan diadakannya workshop ini supaya peserta didik lebih mengerti arti bullying dan dampaknya.

"Dan tahu potensi diri masing-masing agar mereka bisa mengajak seluruh warga sekolah untuk mensukseskan program ini," kata Dede kepada wartawan seusai kegiatan. 

Karenanya, dia mengharapkan melalui program ini mampu mencetak agen-agen perubahan yang nantinya bisa menjadi subyek untuk menjalankan program.

"Terutamanya dalam hal kampanye anti bullying di lingkungan sekolah dan di media sosial," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)