HARI-hari terakhir menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) Kalteng 27 Januari 2016, tensi politik sempat meninggi. Kampanye hitam dan kampanye (terselubung) dengan memanfaatkan isu sara merebak di mana-mana.
Namun, faktanya masih banyak yang menyerukan menyambut pilgub dengan gembira, bahkan kocak. Paling tidak, ini terpantau dari pernyataan-pernyatan di media sosial.
“Gunakan hak pilih anda pada pemihan Gubernur Kalteng besok secara bertanggung jawab. Golput bukan solusi, khilafah solusinya,” tulis Suyuti
Syamsul, di akun Facebook-nya. Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kotawaringin Barat ini, memang kerap menyampaikan pendapat, sekaligus pernyataan bernada humor kritis di Facebook. Ya, salah satunya, tentang isu khilafah itu.
Ada pula akun Baginda Kobar, yang mengajak warga menggunakan hak pilihnya secara kocak dengan bahasa Banjar. Ia mengajak warga mempersiapkan diri dengan baik sebelum memilih.
“Besuk baisukan susungi bangunnya, lapas basubuh tuh ai jangan babulik guring pulang kaya urang kadida gawian. Hancapi mandi, hancapi babaju nang harat, mun babinian bagincu bujur-bujur, pasangi jilbab bujur-bujur jangan nang dipasang jilbob, lalu sarapan secukupnya jangan mahantup wadai apam sampai sepuluh biji, kena kambung parut. Amun kadida yang dipajuh datangi rumah Julak saleh umpat me hirup kopi. Amun sudah jam 8 siap-siap menuju TPS nang taparak, bawai mama abah Nini datu nang sudah kada kuat lagi melangkah,” ujarnya.
Dalam Bahasa Indonesia, ajakan Baginda Kobar itu berarti, “Besok lebih pagi bangunnya, setelah salat subuh jangan tidur lagi seperti orang tak punya kerjaa. Cepat mandi, cepat berpakaian yang bagus, kalau perempuan pakai lipstik yang benar, pakai jilbab yang benar, jangan yang dipakai jilboob, lalu sarapan secukupnya, jangan mahantup kue apem sampai sepuluh biji, nanti kembung perut. Kalau tak ada yang dimakan, datangi rumah Julak Saleh ikut menghirup kopi. Kalau sudah jam 8 siap-siap menjut TPS yang terdekat, ajak, ibu, ayah, nenek, datuk yang sudah enggak kuat lagi melangkah.”
Cucuk satu haja
“Kita wajib umpat mamilih Abah Hobnor kita gasan 5 tahun kahadapan kena. Padahi jua kalau mancucuk cucuk satu haja, kalau sampai mencucuk dua kada sah wan sia-sia datang mancucuk. (Kita wajib ikut memilih Pak Gubernur untuk 5 tahun ke depan. Kasih tahun juga, kalau mencoblos satu saja, kalau sampai mencoblos dua tidak sah, dan sia-sia,” lanjutnya.
Ajakan untuk memilih dengan tenang, adem ayem juga diserukan calon gubernur Sugianto Sabran. Ini ia sampaikan dengan telah memaafkan pelaku penyebar kampanye hitam.
“Saya dengan tulus ikhlas sudah memaafkan siapapun mereka yang melakukan fitnah atau black campaign.
Karena kami ingin Kalteng aman, nyaman dan damai, tidak perlu ada dendam, dan tidak perlu berburuk sangka,” kata Sugianto.
Alangkah indahnya memang jika pilgub bisa berjalan gembira dan damai hingga hari pelantikan gubernur terpilih nanti. (B-10)


