PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tingginya intensitas hujan di wilayah kabupaten Kotawaringin Barat mengakibatkan wilayah tersebut dikepung banjir. Pasalnya hampir seluruh wilayah kecamatan terdampak banjir, bahkan semakin meluas dan kian parah.

Dari 6 kecamatan dan 5 kecamatan di anataranya terdampak banjir. Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) tang terdampak 3.434 jiwa terdiri dari 11.013 jiwa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Syahruni melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Martoqi menjelaskan saat ini banjir terjadi di 5 Kecamatan yakni Kecamatan Kotawaringin Lama, Arut Utara, Arut Selatan, Pangkalan Banteng dan Kecamatan Kumai. 

"Untuk wilayah yang paling terparah masih di wilayah Kecamatan Arut Utara, Arut Selatan dan Kotawaringin Lama. Bahkan dua Desa di Kecamatan Kolam terputus akses jalannya yakni desa Rungun dan Kondang,sehinga kami mendistribusikan bantuan untuk kedua desa itu harus melalui jalur sungai," Kata Martogi, Senin, 19 September 2022.

Lanjutnya, untuk masyarakat di Desa Rungun dan Kondang saat ini yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak banjir air mineral, mengingat sumur yang ada terendam banjir.

Dalam laporannya Martogi merincinkan untuk Kecamatan Kotawaringin Lama banjir terjadi di Kelurahan Kotawaringin Hilir dengan jumlah 333 Kepala Keluarga, Kelurahan Kotawaringin Hulu 130 KK, Desa Kondang 133 KK, Lalang 26 KK dan desa Rungun 406 KK. Dengan total 1.028 Kepala keluarga dan 3.827 jiwa. 

Sementara untuk Kecamatan Arut Selatan banjir melanda 4 Kelurahan yakni Kelurahan Raja, Sidoarjo, Mendawai dan Kelurahan Baru, selian itu juga banjir menerjang 3 desa yang ada di Kecamatan Arut Selatan yakni desa Runtu, Umpang dan Desa Kumpai Batu Bawah. Dengan total yang terdampak  1.550 KK yang dihuni oleh 4599 jiwa. 

Kecamatan Arut Utara banjir terjadi di Kelurahan Pangkut dan 10 desa dengan jumlah yang terdampak sebanyak 707 kepala keluarga yang dihuni oleh 2.091 jiwa.  

Banjir juga menerjang Kecamatan Pangkalan Banteng yakni di desa Sungai Hijau dengan jumlah yang terdampak sebanyak 66 KK atau 247 jiwa. Untuk Kecamatan Kumai, banjir terjadi di desa Sekonyer, jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 83 KK atau 249 jiwa. 

Terpisah, Kepala Desa Kumpai Batu Bawah Bambang Silih Warno mengatakan, banjir yang terjadi di desanya bukan saja merendam pemukiman penduduk, tetapi merendam juga fasilitas umum seperti Kantor desa, dan lahan pertanian milik masyarakat desa. 

--page

"Sampai hari ini debit air sungai terus bertambah, bahkan kantor desa juga terendam, untuk sementara pelayanan kepada masyarakat akan dipindahkan ke rumah pribadi saya sampai air surut," Kata Bambang Silih Warno melalui telepon seluler. 

Bambang menjelaskan akses jalan menuju ke desa KKB sudah putus karena terendam air mencapai 1 meter, sehingga warga gotong royong membuat jembatan alternatif agar bisa di lalui kendaraan roda dua. Sementara itu untuk masyarakat yang terdampak 738 KK atau 2.029 jiwa. 

Tentu musibah banjir yang menimpa warganya tersebut perlu mendapat perhatian dari Pemkab, karena kondisi seperti ini membuat masyarakat mengalami keprihatinan, ditambah akibat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan, sehingga bahan pokok juga naik.

"Kami berharap banjir ini segera surut, karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat, selain itu di harapkan juga pemerintah daerah memberikan bantuan bagi warga kami yang kini lahan kebun sayur - mayur terendam banjir," pungkasnya. (DANANG/B-6)