KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing mengajak para orang tua khususnya di Kabupaten Gunung Mas untuk memaksimalkan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA).

Dia mengatakan hal tersebut saat lokakarya mini stunting Kecamatan Kurun di Kuala Kurun, Senin 19 September 2022. 

"Di dalam buku tersebut terdapat panduan terkait apa saja yang harus dilakukan oleh orang tua, khususnya para ibu, agar kesehatan diri sendiri dan anak meningkat," ujarnya. 

Dalam buku KIA terdapat panduan sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas, hingga bayi yang dilahirkan berusia lima tahun, termasuk pelayanan imunisasi, gizi, tumbuh kembang anak dan keluarga berencana (KB).

Dia yakin, buku yang disusun oleh para ahli dan diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan ini bisa membuat kesehatan ibu dan anak akan semakin meningkat jika panduan yang ada di dalam buku KIA ditaati. 

"Saat ini pemerintah telah membagikan buku KIA kepada masyarakat dalam hal ini ibu hamil serta memiliki anak bawah lima tahun. Jika ada yang belum menerima buku KIA, mereka dapat meminta di pusat kesehatan masyarakat," Terangnya.

Dalam acara tersebut, Efrensia mengatakan, melalui lokakarya di tingkat kecamatan, maka diharap terjadi kesamaan persepsi antara para pemangku kepentingan, baik itu di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan, dalam penanganan permasalahan stunting.

Lokakarya mini stunting rencananya akan dilaksanakan di 12 kecamatan yang ada di Gunung Mas. Kecamatan Kurun merupakan kecamatan pertama yang melaksanakan lokakarya, dan akan disusul kecamatan-kecamatan lain.

Berdasarkan data yang ada di aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) per Agustus 2022, status stunting di Kecamatan Kurun mengalami peningkatan jika dibandingkan 2021 lalu.

Pada 2021, dari jumlah sasaran 2.552 balita ada 31 balita masuk kategori sangat pendek, 119 balita masuk kategori pendek, 1.678 balita masuk kategori normal, empat balita masuk kategori tinggi, dengan angka stunting 8,19 persen.

--page

Sedangkan data Agustus 2022, dari jumlah sasaran 2.546 balita ada 2.238 balita yang sudah diukur. Dari 2.238 balita yang sudah diukur tadi, ada 68 balita masuk kategori sangat pendek, 195 balita masuk kategori pendek, 1.967 balita normal, dan delapan balita masuk kategori tinggi, dengan angka stunting 11,75 persen.

“Artinya di Kecamatan Kurun dari 2021 ke 2022 ada kenaikan sebesar 3,56 persen. Jadi pekerjaan rumah bagi kita semua agar angka stunting di kecamatan ini bisa turun,” demikian Efrensia. (RISKA YULYANA/B-6)