Seorang warga kota Palangka Raya dilaporkan meninggal dunia akibat terserang penyakit demam berdarah dongue sepanjang Januari 2016.
Kepala Seksi Wabah dan Bencana Fransiska mengatakan, ada seorang warga meninggal dunia akibat terserang penyakit demam berdarah dongue (DBD).


“Korban bernama MT itu berumur 32 tahun yang tinggal di Jalan Hiu Putih. Dia meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Doris Sylvanus selama beberapa jam,” ungkap Fransiska, Selasa (26/1/2016).


Menurut Siska, MT sebelumnya telah mengalami gejala demam selama tiga hari. Namun setelah menjalani pengobatan dan merasa baikan maka pengobatan itu tidak dilanjutkan.


“Setelah lemas baru dibawa ke Rumah Sakit Doris. Kemungkinan dia terlambat berobat karena dari informasi saat tiba di rumah sakit itu, trombosit darahnya sudah mencapai 10.000,” katanya.


Dia mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari beberapa rumah sakit dan puskesmas di wilayah “Kota Cantik” Palangka Raya, setidaknya selama Januari ada 113 warga yang menjadi suspek DBD.


“Dari jumlah itu 56 diantaranya dinyatakan positif dan satu orang yang meninggal dunia akibat terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu. Selama 2015, ada 281 kasus DBD,” tambah Siska.


Dia menerangkan, pada Januari hingga Maret menjadi waktu yang harus diwaspadai masyarakat karena pada waktu itu, biasanya DBD akan banyak menye-rang masyarakat.


“Karena bulan-bulan itu masuk musim hujan maka kecenderungan penyebaran DBD juga lebih tinggi,” katanya.


Pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan penyebaran DBD dengan melakukan pengasapan fokus serta melakukan berbagi penyuluhan.


“Tapi yang lebih penting kami minta agar masyarakat juga aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup dan menguras tempat penampungan air dan mengubur barang bekas serta menaburkan bubuk abate.” (ANT/B-12)