SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Borneo Cedekia Medika (BCM) kini tak hanya mengantongi izin operasional, tapi juga akreditasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dan ditandatangani Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Dengan demikian, seluruh kegiatan perkuliahan, praktikum, hingga wisuda mahasiswa, akan berlangsung di Kampus Stikes BCM di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
“Berdasarkan Surat keputusan (SK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti dengan Nomor95/M/Kp/III/2015 yang ditandatangani tanggal 23 Maret 2015 oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Mohamad Nasir, dalam diktum ketiga SK tersebut menyatakan bahwa program studi yang diselenggarakan Stikes Cendekia Borneo Medika sudah memenuhi persyaratan akreditasi minimal atau setara akreditasi C,” papar Luluk Sulistiyono, Ketua Stikes BCM, di kampusnya Jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun.
Luluk menuturkan, dalam SK tersebut Stikes BCM telah dianggap memenuhi syarat melaksanakan program sarjana atau S1 yaitu program studi farmasi dan programn studi keperawatan. Kemudian program diploma tiga kebidanan dan analis kesehatan.
“Sedangkan fasilitas perkuliahan yang bisa digunakan mahasiswa antara lain gedung tiga lantai serta empat lantai gedung rektorat dan perkuliahan. Selain itu saat ini juga telah dibangun 3 lantai laboratorium terpadu,” lanjut Luluk.
Luluk berharap dengan keluarnya izin operasional dan akreditasi Kotawaringin Barat, dan Kalimantan Tengah, tidak perlu ragu lagi untuk menguliahkan anak atau keluarganya ke Stikes BCM.
“Karena berbagai pertimbangan orang tua dalam memilih tempat kuliah anaknya sudah terdapat di Stikes Borneo Medika Cendikia. Sebagai contoh dalam segi jarak tempat berkuliah, dan rumah sudah pasti lebih dekat dibandingkan kuliah di Pulau Jawa,” imbuhnya.
Menurut Luluk, berdasarkan hasil survei pihaknya, mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Stikes BCM mempertimbangkan aspek kualitas dan keterjangkauan lokasi kampus yang berada di Pangkalan Bun. “Dari survei tersebut kami mendapatkan nilai 96,2 persen mahasiswa memilih Stikes Borneo Cendekia Medika karena kualitas pendidikan yang setara dengan perguruan tinggi di Pulau Jawa,” tuturnya.
Selain itu, banyak mahasiswa juga mengatakan selama berkuliah, tetap masih ingin dekat dengan orang tuanya.”Selain itu alasan memilih menlanjutkan pendidikan di Stikes Borneo Cendekia Medika juga terkait masalah biaya yang masih bisa diangsur sesuai kemampuan.”
Luluk menuturkan, sekalipun di daerah, Stikes BCM juga punya agenda rutin membuka wawasan mahasiswa tentang program pendidikan luar negeri.
“Tiga bulan lalu kita mendatangkan akademisi warga negara asing yang memang dalam kesehariannya bertugas di rumah sakit di Spanyol.
Kemudian beberapa minggu lalu kita kedatangan akademisi dari rumah sakit di Jerman. Mereka memberikan pengetahuan bagaimana pendidikan di luar negeri serta pelayanan kesehatan di negara mereka. Mahasiswa bisa berdiskusi guna menambah pengetahuan yang berharga yang bisa diterapkan ke dunia kerja nantinya.” (YD/Adv/B-10)


