PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan pidato pengantarnya atas Nota Keuangan Perubahan APBD tahun 2022. Itu disampaikan pada Rapat Paripurna ke 4, Selasa, 20 September 2022.

Fairid menyampaikan pokok-pokok materi Nota Keuangan Perubahan tersebut di antaranya adalah garis besar realisasi APBD tahun 2022 hingga bulan Agustus. APBD setelah perubahan terdiri dari anggaran pendapatan sebesar Rp1,1 triliun lebih dan anggaran belanja sebesar Rp1,2 triliun lebih, sehingga terjadi defisit sebesar Rp101,5 miliar lebih.

"Defisit dapat ditutupi dari anggaran pembiayaan, dimana anggaran pembiayaan Netto sebesar Rp101,5 miliar lebih, yaitu selisih dari Pembiayaan Penerimaan sebesar Rp134,9 miliar lebih dan Pembiayaan Pengeluaran sebesar Rp33,3 miliar lebih," ungkap Fairid.

Per tanggal 31 agustus 2022, lanjutnya, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp469,6 miliar lebih atau 41,09 persen dibandingkan target sebesar Rp1,1 triliun lebih. Sedangkan untuk realisasi belanja daerah per tanggal 31 agustus 2022, sebesar Rp566,8 miliar lebih atau 45,5 persen dari plafond sebesar Rp1,2 triliun lebih.

"Melihat realisasi anggaran tersebut, khususnya pada sisi Belanja Daerah nampaknya belum memenuhi kondisi ideal yang diharapkan. Terlebih melihat serapan anggaran pada sisi belanja daerah per 31 Agustus hanya mencapai 45,55 persen," katanya.

--page

Untuk itu, diharapkan kepada para ASN yang sudah diberi tanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan pada setiap SOPD untuk lebih lagi bekerja keras sehingga APBD 2022 dapat direalisasikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan sejalan dengan kualitas pekerjaan. (HENDRI/B-7)