BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat ekonomi Kalimantan Tengah, Fitria Husnatarina mengingatkan pemerintah untuk melakukan langkah kebijakan jangka panjang untuk mengatasi inflasi imbas kenaikan BBM.
Ia melihat kebijakan yang sedang gencar dilaksanakan seperti pemberian bantuan baik Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun subsidi upah hanya lah solusi jangka pendek.
“Kita tidak tahu sekuat apa APBN kita bisa menghandle kebijakan itu. Kesannya seperti gali lubang tutup lubang, kalau terus-terusan solusi jangka pendek yang ditawarkan, tinggal menunggu waktu bom waktu itu meledak,” ungkapnya.
Fitria menyampaikan untuk bisa menahan ledakan gejolak ekonomi ditengah masyarakat. Salah satu yang harus bisa dipastikan pemerintah adalah dengan memastikan ketersediaan bahan pokok, terutama bahan pangan tersedia dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup orang banyak.
Menurutnya, jika kebutuhan pokok, terutama kebutuhan akan pangan tidak bisa dipastikan ketersediaannya dan menjadi langka dipasaran, hingga mencapai taraf dimana tidak bisa lagi diintervensi oleh APBD, maka akan menjadi bahaya.
--page
“Mengelola kebutuhan pokok itu untuk mengelola emosi masyarakat,” tuturnya. Ia meyakini jika masyarakat nantinya tidak bisa mendapatkan memenuhi kebutuhan pangan, yang terjadi adalah gejolak aktivitas ekonomi yang tidak dapat dikelola.
“Sebab kondisi emosional masyarakat jadi rentan untuk terjadi chaos, baik demo, tindakan anarkis, sampai panic buying,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









