Hari ini, 27 Januari. Warga Kalimantan Tengah berpesta demokrasi.  Pesta yang akan melahirkan seorang pemimpin baru.

Pemimpin yang akan mengayomi rakyat Kalimantan Tengah. Pemimpin yang akan memimpin hampir 3 juta rakyat Kalimantan Tengah. Pemimpin yang akan mengajak kita semua bersatu membangun banua. Pemimpin yang akan membawa kita semua pada kemajuan, dan kesejahteraan.  The leader is born.  Seorang pemimpin lahir melalui sebuah proses eleksi-demokrasi.


Demokrasi yang berlangsung di daerah ini melewati jalur hukum yang penuh liku.  Dan, bolehlah kita catat, dari 269 daerah yang baru saja memilih pemimpin secara nasional (serentak),  hanya Kalimantan Tengah yang berlangsung secara khusus. Kalimantan Tengah merupakan satu-satunya provinsi yang  keluar arena paket pilkada serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2015 lalu.


Dari dua pasang kandidat gubernur, rakyat akan memilih yang terbaik.  Orang yang terbaik adalah orang yang clean and clear. Dalam konteks kepentingan publik, clean and clear adalah bersih dari KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Karena sudah terbukti,  persoalan KKN ini menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan. KKN adalah public enemy, musuh masyarakat.


Pasangan yang terbaik, adalah pasangan yang tahan uji. Tak lumer dengan berbagai macam bentuk kampanye hitam yang penuh fitnah.  Sanggup berkompetisi dengan penuh sportivitas.   Pasangan terbaik adalah yang memiliki dada lebar, yang sanggup menerima aneka kecurangan dengan sabar.


Kita percaya, orang-orang terbaik yang akan memimpin Kalteng adalah mereka yang berada di ranking 1.  Pemimpin yang terbaik yang bakal membawa daerah ini maju adalah yang bisa membawa seluruh komponen/elemen bersatu. Pendek kata, hanya pemimpin yang bertengger di nomor urut 1 lah yang akan duduk di kursi KH 1.