BORNEONEWS, Palangka Raya - Yayasan Farmer Initiatives for Ecological Liveihoodd and Democracy (FIELD) terus mengkampanyekan gerakan udara bersih indonesia melalui optimalisasi pertanian.
Direktur Eksekutif Yayasan FIELD, Heru Setyoko meyakini untuk mengubah prilaku pertanian ramah lingkungan perlu peran bersama berbagai pihak.
"Perlu terjun bersama-sama pemerintah, NJO (Non-Governmental Organization) sampai petani perlu bersama mengubah perilaku (ramah lingkungan)," ungkap Heru di Asrama Haji Embarkasi Palangka Raya, Rabu 21 September 2022.
Ia menyampaikan sebelum memberikan pelatihan Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia (SL-KUBI) pihaknya telah melakukan survei.
Hasil survei yang dilakukan sebanyak 90 persen petani ingin menghentikan kegiatan pembakaran. Langkah ini juga sebenarnya telah didukung Pemerintah Provinsi Kalteng dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) larangan membakar.
--page
Heru mengatakan pihaknya melalui FIELD bekerjasama dengan pemerintah melalui Dinas Pertanian tingkat Provinsi maupun tingkat Kota sampai ke tingkat desa.
"Kita minta dukungan juga dari desa. Kita minta secara tertulis namun kita juga tidak memaksakan, daru awal kita siapkan kerjasama kemitraan. Mudah mudahan kita bisa menyebarkan (gerakan udara bersih) di Indonesia," ungkapnya. (HERMAWAN DP/B-5)









