BORNEONEWS, Kasongan - Kecelakaan maut antara dua sepeda motor terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Km 2, 5 Kasongan, menyebabkan dua pengendara motor tersebut tewas ditempat kejadian perkara atau TKP.
Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo melalui Kasatlantas Iptu Harianto, Rabu, 21 September 2022 mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa, 20 September 2022 sekitar pukul 21.30 WIB.
Dua motor terlibat kecelakaan itu, yakni Yamaha Bison warna hitam tanpa TNKB dikendarai Husin Mubarokah alias Usni (33) warga Jalan Camar No 18 Rt.018/ Rw.004 Kelurhan Kasongan Lama Kecamatan Katingan hilir Kabupaten Katingan (mengalami luka lebam di bagian kepala dan meninggal dunia ditempat.
Pun pengendara 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna abu - abu TNKB KH 4745 NU bernama Andi Wahyudi alias Aan (31) warga Jalan Munti Desa Kota Besi Hilir Rt. 007 / Rw.002 Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotim juga meninggal dunia ditempat.
Kronologi kejadiannya sewaktu 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna abu - abu dengan TNKB KH 4745 NU yang di kendarai Andi Wahyudi alias Aan berpenumpangkan Misransyah alias Imis melintas dari Kasongan menuju Pendahara setibanya di TKP tiba - tiba dari arah berlawan melintas 1 unit sepeda motor Yamaha Bison warna hitam tanpa TNKB yang dikendarai sendiri oleh Husin Mubarokah allias Usni yang dalam keadaan oleng tiba - tiba masuk ke jalur sebelah / berlawanan hingga masuk ke jalur sepeda motor yang dikendarai oleh Aan.
--page
Karena jarak yang sudah dekat sehingga terjadilah tabrakan depan - depan yang mengakibatkan semua pengendara yang terlibat terpental ke badan jalan dan mengalami luka -luka.
Andi Wahyudi dan Husni Mubarokah mengalami luka - luka dan meninggal dunia di tempat, sedangkan Misran mengalami luka - luka, kemudian semua korban dievakuasi ke RSUD Amsyar Kasongan.
Kasatlantas mengatakan faktor utama penyebab laka yaitu saudara Husni Mubarokah selaku pengendara 1 unit sepeda motor Yamaha Bison warna hitam tanpa TNKB tidak berhati - hati dan tidak konsentrasi saat mengendarai sepeda motor sehingga masuk ke jalur sebelah / berlawanan sehingga kecelakaan darat tersebut terjadi. (ABDUL GOFUR/B-5)









