Tempat Pemungutan Suara (TPS) Nomor 63 di Kompleks Perumahan Dosen Universitas Palangka Raya (Unpar), memiliki data pemilih ganda dalam jumlah cukup mengejutnya. Di TPS tempat Wakil Wali Kota Mofit Saptono Subagio ini mencoblos, tercatat 600 orang dalam daftar pemilih tetap (DPT), tetapi riilnya hanya 300, karena nama mereka tertulis ganda.
Pemilih ganda juga ditemukan di TPS 77 di Jalan Piranha, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Beberapa nama tertulis ganda atau antara satu nama dengan nama lainnya hanya kurang gelar tetapi alamatnya sama. Namun, sejauh ini belum terdata angka pasti pemilih ganda di TPS tersebut.
Menanggapi hal itu, Mofit Saptono menganggapnya sebagai kesalahan yang bisa saja terjadi akibat kekhilafan, bukan kesengajaan. ''Apalagi yang terjadi di lingkungan Kompleks Perumahan Unpar, tidak mungkin sengaja dibuat ganda," katanya. (RZ/B-1)
Pemilih ganda juga ditemukan di TPS 77 di Jalan Piranha, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Beberapa nama tertulis ganda atau antara satu nama dengan nama lainnya hanya kurang gelar tetapi alamatnya sama. Namun, sejauh ini belum terdata angka pasti pemilih ganda di TPS tersebut.
Menanggapi hal itu, Mofit Saptono menganggapnya sebagai kesalahan yang bisa saja terjadi akibat kekhilafan, bukan kesengajaan. ''Apalagi yang terjadi di lingkungan Kompleks Perumahan Unpar, tidak mungkin sengaja dibuat ganda," katanya. (RZ/B-1)


