PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan kondisi banjir yang melanda kota setempat saat ini mulai perlahan surut. Pada 13 kelurahan yang terdampak, kini ketinggian air secara konstan turun antara 5 hingga 10 cm dalam beberapa hari.

"Kondisi banjir per hari kini sudah mulai surut. Saat ini rata-rata yang tergenang masih jalan-jalan lingkungan dan tidak sampai masuk ke dalam rumah. Alhamdulilah debit air terus alami penurunan sejak kemaren sampai saat ini," kata Emi, Kamis, 22 September 2022.

Penurunan debit air menurutnya dikarenakan daerah hulu, seperti Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan, kini curah hujannya sudah mulai turun dan ketinggian air sungai turut menurun juga. Sehingga air yang mengalir melintasi Kota Cantik, tidak sebanyak pekan lalu. Air juga langsung mengalir kembali ke kawasan hilir di Kabupaten Pulang Pisau. 

"Hujan seharian kemarin dan prediksi akan hujan beberapa hari ke depan, kami imbau masyarakat tetap waspada. Air masih berpotensi kembali naik. Amankan barang berharga dan peralatan elektronik, agar tak terkena air. Juga karena hujan sekarang diikuti angin kencang, berhati-hatilah saat berteduh di dekat pohon, karena kerawanan pohon tumbang juga meningkat," ujarnya. 

Adapun ke 13 kelurahan yang terdampak banjir ialah Kelurahan Langkai, Palangka, Tanjung Pinang, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Bereng Bengkel, Kalampangan, Kameloh Baru, Danau Tundai, Banturung, Marang,Tumbang Tahai, dan Pahandut Seberang.

--page

Meskipun saat ini sudah ada 4.683 kepala keluarga, 16.767 jiwa dan 4.075 rumah yang terdampak banjir, namun penetapan status siaga banjir di Kota Palangka Raya masih berproses.

“Juga memang ada yang mengungsi ke tempat keluarga. Kemarin ada penghuni Pondok Pesantren Hidayatul Insan, yang mengungsi ke masjid yang di Jalan Sulawesi, tapi sudah kembali lagi setelah tim kami melakukan pembersihan-pembersihan sampah dan sebagainya," tutupnya. (HENDRI/B-5)