BERAGAM cara dilakukan panitia tempat pemungutan suara (TPS) untuk menarik minat masyarakat pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah (Pilgub Kalteng), Rabu (27/1/2016). Di TPS 38 RT 59/RW 09 Jalan H Ikap, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan paket adat Dayak.
Ada tujuh petugas KPPS yang menggunakan pakaian khas Kalimantan itu, dengan naunsa serba merah. Tak ketinggalan, mereka menggunakan lawung berbulu burung tingang.
Ketua KPPS, Fachri Mashuri, mengatakan, penggunaan baju adat Dayak sebagai wujud kecintaan sekaligus pelestarian budaya. “Kami buat pesta demokrasi lokal ini bisa meriah. Ini juga untuk menarik warga agar datang ke TPS. Sebab, kami sebagai penyelenggara juga memiliki beban agar angka golput rendah,” katanya.
Di TPS 38 terdapat 400 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Salah satu pemilih, Rizky menuturkan, pemakaian baju adat oleh panitia TPS sangat unik. "menjadi lebih nyaman dan senang karena disambut dengan panitia yang menggunakan pakaian adat," katanya. (RF/B-1))
Ada tujuh petugas KPPS yang menggunakan pakaian khas Kalimantan itu, dengan naunsa serba merah. Tak ketinggalan, mereka menggunakan lawung berbulu burung tingang.
Ketua KPPS, Fachri Mashuri, mengatakan, penggunaan baju adat Dayak sebagai wujud kecintaan sekaligus pelestarian budaya. “Kami buat pesta demokrasi lokal ini bisa meriah. Ini juga untuk menarik warga agar datang ke TPS. Sebab, kami sebagai penyelenggara juga memiliki beban agar angka golput rendah,” katanya.
Di TPS 38 terdapat 400 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Salah satu pemilih, Rizky menuturkan, pemakaian baju adat oleh panitia TPS sangat unik. "menjadi lebih nyaman dan senang karena disambut dengan panitia yang menggunakan pakaian adat," katanya. (RF/B-1))


