BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melaksanakan pertemuan peningkatan kapasitas pengelola program surveilans bagi petugas RSUD Muara Teweh dan Puskesmas.
“Pandemi Covid-19 masih belum usai, kasus Covid-19 per 19 September 2022 terkonfirmasi 1.856 kasus, sembuh 1.804 orang, meninggal 49 orang, kasus aktif 3 kasus. Bor kasus Covid 19 RSUD Muara Teweh dirawat di RSUD 3 orang, suspek dirawat 4 orang total Bed terpakai 3 (0,5 persen), kapasitas Bed 25 buah,” kata Kadis Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo, Kamis 22 September 2022
Dikatakan Siswandoyo, Indonesia merupakan negara yang masih memiliki angka kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular dan keracunan pangan yang cukup tinggi.
Kondisi ini menyebabkan perlunya peningkatan sistem kewaspadaan dini dan respon terhadap KLB tersebut dengan langkah-langkah yang terprogram dan akurat, sehingga proses penanggulangannya menjadi cepat dan akurat pula.
Meningkatnya mobilisasi manusia dan barang dewasa ini ini mendorong semakin besarnya faktor risiko menularnya penyakit lintas dan antar negara seperti H5N1, H7N9, Merscov dan Ebola serta Covid-19.
Dijelaskannya, kasus KLB di Kabupaten Barito Utara hampir setiap tahunnya terjadi di daerah ini yaitu keracunan pangan. Kasus terakhir terjadi pada lokasi dan orang yang sama, yaitu kasus keracunan pangan di PT KTC di wilayah Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah tahun 2021 dan 2022.
--page
Kasus keracunan pangan, kata dia, sampai saat ini masih belum ditemukan penyebab KLB, walapun sampel sudah diperiksa di laboratorium BPOM Kalteng.
Ketua panitia, Sampurna Murni mengatakan kegiatan pertemuan ini di ikuti sebanyak 48 orang terdiri dari pengeloa program surveilans Puskesmas/RS sebanyak 18 orang, pengeloa program surveilans kabupaten 1 orang, pengelola program higiene sanitasi pangan 1 orang, narasumber pusat 4 orang, narasumber provinsi dan kabupaten masing-masing 2 orang, moderator 3 orang dan panitia 17 orang. (RAMADHANI/B-11)









