SEJUMLAH tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Sampit, Kabupaten KOtawaringin Timur (Kotim), terlihat sepi. Tidak tampak antrean panjang pada hari pencoblosan Pemilihan Gubernur kalimantan Tengah (Pilgub Kalteng) ini.
Pantauan Borneonews sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB, di sejumlah TPS di Sampit, pilgub kali ini jauh lebih sepi dibanding Pemilihan Bupati (Pilbup) pada 9 Desember 2015. Ketua TPS 38 RT 59/RW 09 Jalan H Ikap, Fachri Mashuri, mengatakan, hingga sekitar pukul 10.00 belum 40% warga menggunakan hak pilihnya.
“Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 400 orang, baru 100 orang lebih yang datang ke TPS menyalurkan hak pilih mereka,” kata Fachri.
Menurutnya, pada Pilbup Kotim 9 Desember 2015, pada sekitar pukul 10.00 sudah banyak warga yang datang ke TPS. “Waktu pilbup jam segini sudah 200-an orang yang datang ke TPS. Tapi sekarang terasa lebih sepi,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.
Begitu juga dari pantauan di TPS 06 RT 32 RW 17 Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Dari 600-an DPT, hingga sekitar pukul 10.45 Wib hanya sekitar 100 yang sudah menggunakan hak suaranya.
“Kami khawatir juga golput akan menjadi pemenang pilkada saat ini. Ini terlihat dari animo masyarakat yang datang ke TPS sangat rendah,” kata Ketua RW 17 Kelurahan MB Hulu, Robi Vaniar, mencermati rendahnya partisipasi warga datang ke TPS. (RF/B-1)
Pantauan Borneonews sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB, di sejumlah TPS di Sampit, pilgub kali ini jauh lebih sepi dibanding Pemilihan Bupati (Pilbup) pada 9 Desember 2015. Ketua TPS 38 RT 59/RW 09 Jalan H Ikap, Fachri Mashuri, mengatakan, hingga sekitar pukul 10.00 belum 40% warga menggunakan hak pilihnya.
“Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 400 orang, baru 100 orang lebih yang datang ke TPS menyalurkan hak pilih mereka,” kata Fachri.
Menurutnya, pada Pilbup Kotim 9 Desember 2015, pada sekitar pukul 10.00 sudah banyak warga yang datang ke TPS. “Waktu pilbup jam segini sudah 200-an orang yang datang ke TPS. Tapi sekarang terasa lebih sepi,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.
Begitu juga dari pantauan di TPS 06 RT 32 RW 17 Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Dari 600-an DPT, hingga sekitar pukul 10.45 Wib hanya sekitar 100 yang sudah menggunakan hak suaranya.
“Kami khawatir juga golput akan menjadi pemenang pilkada saat ini. Ini terlihat dari animo masyarakat yang datang ke TPS sangat rendah,” kata Ketua RW 17 Kelurahan MB Hulu, Robi Vaniar, mencermati rendahnya partisipasi warga datang ke TPS. (RF/B-1)


