PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah penduduk miskin di Palangka Raya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini berdasarkan data yang disampaikan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

Disebutkan jumlah penduduk miskin sejak 2018 tercatat sebanyak 9.782 jiwa kemudian tahun 2019 naik menjadi 9.690 jiwa. Kenaikan ini juga masih terjadi di tahun 2020 yakni menjadi 10.220 jiwa dan tahun 2021 bertambah lagi menjadi 10.860 jiwa.

"Melihat dari angka tersebut terjadi peningkatan kemiskinan. Ini merupakan masalah yang sangat kompleks yang perlu mendapatkan penanganan secara terkoordinasi,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Palangka Raya Amandus Frenaldy, Jumat, 23 September 2022.

Meski begitu, laju pertumbuhan ekonomi sedikit mengalami peningkatan sejak tahun 2018 sebesar 7,14 persen dan tahun 2019 naik menjadi 7,17 persen. Namun pada tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 justru mengalami minus sebesar 2,67 persen dan tahun 2021 naik menjadi 4,32 persen.

Untuk mengatasi persoalan itu diperlukan penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD). RPKD menjadi bagian RPJMD dalam mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan dan menjadi wadah untuk menguraikan permasalahan kemiskinan yang kompleks di daerah.

--page

"Ada strategi dan ada program yang dijalankan mengacu pada Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor 188.45/223/2022 Tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK)," pungkasnya. (HENDRI/B-5)