BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini sedang merencanakan kembali gelaran Operasi Pasar dan Pasar Murah guna menekan laju inflasi di wilayah ini. Salah satunya dengan menjual gas melon atau elpiji 3kg seharga Rp.22 ribu.
Dengan menggandeng agen atau pangkalan gas elpiji pada operasi pasar dan pasar murah diyakini efektif untuk stabilkan harga khususnya gas elpiji yang dijual bersama bahan kebutuhan pokok lainnya.
"Rencananya kita akan lakukan lagi pasar murah dengan menjual gas elpiji sesuai harga eceran tertinggi (HET)," sebut Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Alang Arianto, Jumat, 23 September 2022.
Dirinya sangat prihatin, mendengar harga gas elpiji 3kg di kalangan pedagang mecapai harga Rp.30 ribu sampai Rp.45 ribu per tabungnya.
Menurutnya, harga di atas HET seribu atau Rp.2 ribu dianggap masih wajar dengan mempertimbangkan ongkos bongkar muatnya. Namun, jika harga sudah mencapai 2 kali lipat maka perlu adanya bedah masalah.
"Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) nanti yang turun untuk memantau itu seperti apa kendalanya dalam penjualan elpiji,"tegasnya.
Dia melanjutkan, setelah operasi pasar dan pasar murah yang dilakukan disitu akan kelihatan bagaimana tanggapan para pedagang apakah masih mematok harga mahal pada penjualan gas elpiji 3 kg." Kalau masih nanti kita akan lakukan evaluasi dari kegiatan pasar murah ini," ujarnya.
--page
Masalah lain penjualan gas elpiji 3 kg menjadi mahal akibat pasokan yang tidak memadai. Pasalnya saat ini dari 17 kecamatan di Kotim Masih ada 6 kecamatan yang belum terkonversi dari minyak tanah ke elpiji. 6 Kecamatan tersebut yakni Kota Besi, Telawang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Telaga Antang dan Antang Kalang, saat ini dalam proses diusulkan ke Kementerian ESDM melalui BPH Migas.
"Sehingga mereka ini mengambil pasokan gas elpiji dari kecamatan terdekatnya itu juga yang menjadi salah satu kendala,"pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-6)









