BORNEONEWS, Sampit - Sejak diberlakukannya kebijakan pemerintah daerah mengenai perbaikan jalan lingkar selatan dengan menggunakan dana konsorsium dari Perusahaan Besar Sawit (PBS) dan pengusaha angkutan pada bulan Juli lalu, hingga saat ini, pihak transportir belum ada kesepakatan untuk menyumbang.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kotawaringin Timur (Kotim), Alang Arianto mengatakan, pihak transportir belum menyetorkan dana sama sekali, padahal tenggat waktu yang diberikan sudah mencapai 2 bulan.
"Memang mekanismenya di mereka itu agak susah karena mereka ini perkumpulan mungkin belum ada kesepakatan masing-masing anggota harus mengumpulkan berapa, padahal kita inginkan 25 persen itu dari transportir yang menanggung, yang 75 persennya itu dari PBS," ujarnya, Sabtu, 24 September 2022.
Untuk dana yang sudah terkumpul saat ini sekitar Rp2 miliar berasal dari sumbangan PBS, sedangkan total anggaran yang diperlukan untuk perbaikan dari segi material dan operasional jalan dengan panjang 1.825 meter tersebut dianggarkan Rp4 miliar lebih.
Selain pihak Organda, Alfi dan Pelindo, Alang menyebut ada 10 perusahaan besar swasta (PBS) yang belum berkontribusi dalam konsorsium jalan lingkar selatan, sehingga saat ini perbaikan jalan yang dikerjakan menggunakan dana yang tersedia.
--page
"Jalan diampar agregat B yang sudah dikerjakan sekitar 1 km dan masih belum selesai, supaya bisa fungsional sambil berjalan kita menagih pihak yang belum" katanya.
Dia menambahkan, jalan lingkar selatan sesegera mungkin diperbaiki agar bisa dilalui oleh truk angkutan dan diusahakan fungsional sampai tahun 2023 yang rencananya akan diperbaiki pemerintah provinsi. "Karena Pak gubernur sudah berjanji akan memperbaiki itu," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-7)









