HAMPIR seluruh kabupaten di Provinsi Kalimatan Selatan masih belum bisa lepas dari penyakit demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, sepanjang bulan Januari 2016 ini, Dinas Kesehatan Kasel mencatat sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegepty.

Kabupaten yang terbanyak menyumbang korban DBD adalah Kabupaten Kotabaru dengan tiga orang meninggal dunia. Sementara itu, Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), Talah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu), Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), dan Hulu Sungai Selatan (HSS) masing-masing satu orang korban jiwa DBD.

“Terhitung 26 Januari 2016 ini, kita dapat laporan jumlah korban meninggal akibat DBD menjadi 11 orang, dari sebelumnya delapan orang tertanggal 18 Januari 2016,” cetus Kepala Dinkes Kalsel Achmad Rudiansjah, Rabu (27/1/2016).

Hingga kini, sambungnya, jumlah keseluruhan penderita DBD per tanggal 26 Januari ini mencapai 838 orang (11 meninggal). Jumlah tersebut memang masih di bawah catatan tahun 2015 dengan periode yang sama. Tahun lalu, terdapat 1.180 orang yang menderita DBD, 15 di antaranya meninggal dunia.

“Kita harap, dengan diintensifkan siaga terhadap DBD di semua daerah ini oleh dinas kesehatan di 13 kabupaten/kota bisa mengentikan jatuhnya korban jiwa dan penjangkitannya,” harap Achmad Rudiansjah.

Status siaga tersebut digiatkan terutama di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara yang dilaporkan terdapat lebih dari 130 kasus DBD. “Memang kecenderungan peningkatan kasus DBD ini kebiasaan pada Januari hingga Maret di mana terjadi musim hujan yang banyak menimbulkan genangan sebagai tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti ini,” tutur Rudiansjah.

Tentunya, lanjut Rudiansjah, kejadian pada 2015 lalu jangan sampai terulang kembali di tahun ini. Pasalnya, kasus DBD di 13 kabupaten/kota jumlahnya mencapai 3.589 kasus yang 40 orang di antaranya menjadi korban jiwa.
Oleh karena itu, tutur dia, masyarakat diminta waspada, dan merutinkan gotong royong membersihkan lingkungan, utamanya mengubur tempat-tempat yang bisa mengandung air seperti botol dan lainnya.

“Bersihkan juga dengan rajin bak mandi atau taburi bubuk abate supaya nyamuk tidak bisa berkembang biak, itu yang harus dilakukan semuanya,” himbau Rudiansjah. (ANT/B-12)