SEJUMLAH Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Sampit, yang menyelenggarakan pemilihan langsung calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng terlihat sepi.
Pantauan Borneonews sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB, Rabu (27/1/2016) di sejumlah TPS di Sampit, Pilkada gubernur/wagub jauh lebih sepi dibanding Pilkada bupati/wabup Kotim 9 Desember 2015 lalu.
Ketua TPS 38 RT 59 RW 09 Jalan H Ikap Sampit, Fachri Mashuri, mengatakan hingga pukul 10.10 WIB belum 40 persen pemilik suara datang ke TPS nya. “Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 400 orang, hingga saat ini baru 100 orang lebih yang datang ke TPS menyalurkan hak pilih mereka,” kata dia.
Menurutnya, apabila dibandingkan dengan pelaksanaan Pilkada bupati/wabup Kotim 9 Desember 2015 lalu, sekitar pukul 10.00 Wib sudah banyak warga yang datang ke TPS.
“Kalau Pilbup Kotim lalu, jam segini sudah 200 an orang yang datang ke TPS, sehingga suasana di TPS juga lebih meriah. Sekarang (pemungutan suara Pilgub) terasa lebih sepi,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.
Begitu juga dari pantauan media ini di TPS 06 RT 32 RW 17 Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Dari 600 an pemilih, hingga sekitar pukul 10.45 Wib, hanya 100 an lebih yang menggunakan hak suaranya.
“Kami khawatir juga golput akan menjadi pemenang Pilkada saat ini. Ini terlihat dari animo masyarakat yang datang ke TPS sangat rendah,” kata Ketua RW 17 Kelurahan MB Hulu, Robi Vaniar, mencermati rendahnya partisipasi warga datang ke TPS.
Sepinya warga yang datang ke TPS-TPS membuat penyelenggaraan Pilkada Kalteng kali ini diprediksi banyak pihak angka partisipasi pemilih kurang dari 50 persen, sisanya memilih golput. Artinya, angka golput dalam Pilkada gubernur/wagub Kalteng di Kabupaten Kotim, melampui angka golput pelaksanaan Pilkada bupati/wabup Kotim 2015 lalu yang mencapai 49 persen.
Ketua KPU Kotim M Sahlin, mengatakan untuk kepastian berapa angka partisipasi pemilih di Pilkada Kalteng ini belum bisa dipastikan pihaknya. Sebab, proses pemilihan di TPS masih berlangsung hingga pukul 13.00 Wib. “Kalau memprediksi berapa partisipasi pemilih kami tidak bisa. Sebab, kami akan menunggu semua rekapitulasi di 17 kecamatan masuk. Dari situ baru kami bisa pastikan berapa angka golput dan partisipasi pemilihnya,” kata dia. (RF/FI/B-7)
Pantauan Borneonews sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB, Rabu (27/1/2016) di sejumlah TPS di Sampit, Pilkada gubernur/wagub jauh lebih sepi dibanding Pilkada bupati/wabup Kotim 9 Desember 2015 lalu.
Ketua TPS 38 RT 59 RW 09 Jalan H Ikap Sampit, Fachri Mashuri, mengatakan hingga pukul 10.10 WIB belum 40 persen pemilik suara datang ke TPS nya. “Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 400 orang, hingga saat ini baru 100 orang lebih yang datang ke TPS menyalurkan hak pilih mereka,” kata dia.
Menurutnya, apabila dibandingkan dengan pelaksanaan Pilkada bupati/wabup Kotim 9 Desember 2015 lalu, sekitar pukul 10.00 Wib sudah banyak warga yang datang ke TPS.
“Kalau Pilbup Kotim lalu, jam segini sudah 200 an orang yang datang ke TPS, sehingga suasana di TPS juga lebih meriah. Sekarang (pemungutan suara Pilgub) terasa lebih sepi,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.
Begitu juga dari pantauan media ini di TPS 06 RT 32 RW 17 Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Dari 600 an pemilih, hingga sekitar pukul 10.45 Wib, hanya 100 an lebih yang menggunakan hak suaranya.
“Kami khawatir juga golput akan menjadi pemenang Pilkada saat ini. Ini terlihat dari animo masyarakat yang datang ke TPS sangat rendah,” kata Ketua RW 17 Kelurahan MB Hulu, Robi Vaniar, mencermati rendahnya partisipasi warga datang ke TPS.
Sepinya warga yang datang ke TPS-TPS membuat penyelenggaraan Pilkada Kalteng kali ini diprediksi banyak pihak angka partisipasi pemilih kurang dari 50 persen, sisanya memilih golput. Artinya, angka golput dalam Pilkada gubernur/wagub Kalteng di Kabupaten Kotim, melampui angka golput pelaksanaan Pilkada bupati/wabup Kotim 2015 lalu yang mencapai 49 persen.
Ketua KPU Kotim M Sahlin, mengatakan untuk kepastian berapa angka partisipasi pemilih di Pilkada Kalteng ini belum bisa dipastikan pihaknya. Sebab, proses pemilihan di TPS masih berlangsung hingga pukul 13.00 Wib. “Kalau memprediksi berapa partisipasi pemilih kami tidak bisa. Sebab, kami akan menunggu semua rekapitulasi di 17 kecamatan masuk. Dari situ baru kami bisa pastikan berapa angka golput dan partisipasi pemilihnya,” kata dia. (RF/FI/B-7)


