BANJARBARU - Galian pipa yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan disebut merusak infrastruktur jalan yang sudah teraspal dengan mulus. Tudingan tersebut dilontarkan oleh Kepala Dinas PU Kalsel Martinus pada Rapat Umum Penyertaan Modal (RUPM) PDAM Intan Banjar, Selasa (25/1/2016).

“Kami masih banyak melihat galian pipa PDAM merusak jalan, sehingga ke depan hal itu supaya tidak terjadi lagi karena sangat merugikan ketahanan jalan,” ungkap Martinus di Banjarbaru.

Pria yang juga menjabat sebagai Pj wali kota Banjarbaru itu mengingatkan, pihaknya banyak mendapat laporan dari masyarakat mengenai kondisi jalan yang baru saja diaspal tiba-tiba rusak.

“Ternyata setelah di cek sebagian besar penyebabnya akibat penggalian pipa,” beber Martinus.

Lebih jauh, ia menjelaskan, di samping merusak jalan, kegiatan proyek galian jaringan pipa oleh PDAM juga bisa mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Oleh sebab itu, setiap pekerjaan penggalian pipa oleh PDAM seharusnya memperhitungkan rehabilitasi kerusakan yang disebabkan.

“Seharusnya, begitu penggalian pipa selesai dikerjakan, tanahnya dikembalikan lagi tetapi kami lihat sejumlah pelaksana proyek tidak mau mengembalikannya,” ucap dia. (ANT/B-12)