PEMERINTAH Provinsi Jambi mengirim utusan untuk menjemput warga Kota Jambi eks Gerakan Fajar NusantarA (Gafatar) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.


Kepala Bidang Penanganan Konflik pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Sigit Eko Yuwono, mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, warga Kota Jambi yang berada di Kayong sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 29 jiwa.

“Ada tujuh KK yang pindah ke sana sejak Juni 2015 lalu,” kata Sigit di Jambi, Rabu (27/1/2016).


Sigit mengatakan, dari 29 jiwa itu, satu orang atas nama Abdiansyah dan tercatat sebagai ketua DPD eks Gafatar Jambi.

“Kami ingin memastikan apakah mereka di sana termasuk direlokasi oleh pemerintah pusat untuk dipulangkan ke daerah masing-masing. Kalau memang benar nanti akan dikoordinasikan lagi untuk memulangkan mereka ke Jambi,” katanya.


Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mengantisipasi terlantarnya warga Kota Jambi di Kalimantan. “Sekarang dapat informasi ada 350 jiwa dari Kayong Utara dikirim ke Pontianak. Kami tidak tahu berapa warga kita di sana, makanya kami langsung cek,” ujarnya.


Sigit menyebut, sampai hari ini pihaknya baru mendapat laporan kepindahan warga Provinsi Jambi ke Kalimantan hanya berasal dari Kota Jambi saja. Padahal warga di dua kabupaten di Jambi yakni Muarojambi dan Batanghari juga banyak dikabarkan menghilang dan diduga gabung bersama Gafatar.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Syahbandar, berharap pihak Kesbangpol dan Dinsosnakertrans Provinsi Jambi bisa memulangkan warga Provinsi Jambi yang berada di Kalimantan. (Ant/B-2)