BANYAK cara untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah.

Misalnya saja di tempat pemungutan suara (TPS) 43  28 RW 009 Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.


Di TPS itu, panitia menyuguhkan makanan gratis. Selain itu, setiap pemilih mendapat kupon berhadiah yang diundi seusai penghitungan suara dengan hadiah berbagai perabot rumah tangga seperti penanak nasi, setrika dan lainnya.


Ide menyiapkan makan gratis dan hadiah ini merupakan upaya panitia pemungutan suara untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Ini penting mengingat partisipasi pemilih di TPS itu saat pemilihan bupati dan wakil bupati Kotim pada 9 Desember 2015 lalu cukup rendah, yakni hanya 47,84 %.

“Ini ide untuk menekan golput. Harapannya warga berminat memberikan hak pilih. Doorprize dan konsumsi bantuan dari warga yang peduli terhadap demokrasi di Kalimantan Tengah,” kata Ketua TPS 43, Tri Sentot Raharjo yang juga ketua RT setempat.


Suguhan makan gratis dan hadiah itu ternyata cukup efektif karena pemilih yang datang cukup tinggi. Bahkan, tidak sedikit pemilih di TPS lain yang hendak ikut memberikan hak pilih, namun ditolak dan diarahkan ke TPS yang sesuai pemberitahuan di formulir C6.


Tri hanya mengeluhkan mepetnya waktu distribusi formulir C6. Akibatnya, petugas dibuat repot karena sebagian pemilih ada yang pindah tempat, sementara waktu untuk mencari alamat dan membaginya cukup singkat.


Upaya PPS untuk menekan angka golput cukup efektif. Warga antusias untuk datang ke TPS tersebut. “Kami sangat senang. Selain bisa menggunakan hak pilih, dapat makan gratis dan kalau beruntung bisa dapat hadiah. Pokoknya kita jangan sampai golput karena kita harus memilih pemimpin daerah kita,” kata Nordiana, pemilih di TPS 43, Rabu (27/1/2016).


Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah diikuti pasangan H Sugianto dan Habib Said Ismail (Sohib) serta pasangan Willy Midle Yoseph dan HM Wahyudi K Anwar (Wibawa). Pemilihan ini seharusnya digelar bersamaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kotim pada 9 Desember 2015 lalu, namun ditunda pada 27 Januari 2016 akibat sengketa. (Ant/B-2)