BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang menegaskan, menghadapi situasi negara saat ini, dan sesuai arahan Presiden Republik Indonesi dalam pengendalian inflasi perlu dilakukan langkah konkrit untuk mengatasinya, dengan programkan kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Untuk itu, saya minta Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan Disperindagkop melakukan rencana dan aksi kegiatan kaitan hal tersebut,” pinta Taty sapaan akrab bupati Pulpis itu.
Bupati juga mengungkapkan, dalam penjabaran APBD Perubahan tahun anggaran 2022 ada beberapa penyesuaian.
Penyesuaian itu agar tercapai keserasian antara kebijakan daerah dengan kebijakan nasional, keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur serta tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan peraturan daerah lainnya
Pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi amanah dari PMK 134/PMK.07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun anggaran 2022, yaitu sebesar Rp1 miliar yang digeser dari bantuan tak terduga.
--page
Anggaran tak terduga itu dialokasikan untuk bantuan sosial pada Dinas Sosial, kegiatan pasar murah pada Dinas Perindagkop dan subsidi BBM pada Dinas Perhubungan.
“Hal ini untuk membantu masyarakat kurang mampu di Pulang Pisau yang terdampak terhadap inflasi daerah akibat kenaikan bahan bakar minyak,” ungkap Taty. (ang)









