BUPATI Pulang Pisau, Edy Pratowo didampingi Asisten 3 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tiswanda, Kepa­la­ Dishub Slamet Untung dan Sekretaris BPBD Rudi Purwanto menerima kunjungan dari United Nations Office REDD+ un­tuk Indonesia (UNORCID) di rumah jabatan, Selasa (26/1/2016).


Bupati menyambut baik kun­ju­ngan badan PBB itu karena tentunya dengan adanya program gambut dan sistem siaga dari UNORCID akan membantu Pulang pisau yang menjadi salah satu titik terparah keba­karan hutan seperti pada 2015.


Edy mengatakan yang harus menjadi prioritas utama adalah wilayah Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya dan Kecamatan Sebangau Kuala karena kondisi gambut dikedua wilayah itu sangat tebal.


Menurut Edy prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati.


Edy menjelaskan ada empat wilayah di Pulang Pisau yang menjadi tempat program ini dan langkah awal program ini berupa peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan melibatkan masyarakat.


Dia mengatakan kedatangan UNORCID ini untuk mengenal­kan program gambut dan sistem siaga.


“Yang dimaksud program gambut yakni program kerja dengan sistem yang dirancang­ bekerjasama antara IPB (Institut Pertanian Bogor) dengan Colombia berupa alat pendek­ti­sian dini kebakaran dan kekeringan suatu wilayah yang rentan mengalami kebakaran dengan pemberdayaan masya­ra­kat lokal,” jelasnya.


Edy menjelaskan sistem ini dirancang untuk mengetahui kapan akan terjadi kebakaran dan kekeringan serta bisa memprediksi letak rencana wilayah yang akan mengalami kebakaran dengan prediksi iklim.


Yang dimaksud siaga adalah bagaimana tindakan yang dilakukan bila telah terjadi kebakaran yaitu dengan cara memberikan pelatihan kepada masyarakat serta pemberian peralatan.


Sedangkan yang membedakan program ini dengan program lainnya adalah sistem yang tidak hanya mampu memprediksi kapan dan dimana kebakaran dalam kurun waktu satu atau dua Minggu, namun bisa memprediksi beberapa tahun ke depan wilayah yang punya potensi akan terjadi wilayah kebakaran. (DY/B-6)