SELAMA dua Minggu la­manya, Rita Eka Rah­mah, (17), warga Komplek Pata, Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Ka­tingan tidak sadarkan diri alias koma.


Selama koma, Rita berta­han hidup dengan dibantu puluhan botol infus sebagai pe­ngganti makanan.


Selama ini Rita dirawat di rumah orangtuanya dan be­lum pernah dibawa ke ru­mah sakit. Ini karena pihak keluarga tidak mampu membiayai jika harus dirawat di rumah sakit.


Menurut Wahyu Hidayat, (22), paman korban, Rabu (27/1) mengaku jika keponakan­nya itu merupakan anak pertama dari kakaknya tertua, Fathul Janah, (37).


Keponakannya itu menderi­ta sakit sejak umur 14 tahun atau saat menginjak SMP kelas 2. Saat itu pihak keluar­ga sudah maksimal guna pe­nyembuhan Rita.


Mulai dari pengobatan medis hingga alternatif. Bahkan yang bersangkutan pernah di­rawat di rumah sakit di Pa­langka Raya.


Tidak lama setelah itu, Rita ke­rap menjadi bengong dan katanya sering dapat bisikan gaib.


Lalu pihak keluarga memba­wa Rita ke RSUD Mas Amsyar Kasongan. Setelah diperiksa ternyata pihak medis tidak menemukan adanya penyakit serius.


Pihak rumah menjelaskan jika Rita mengalami ganggu­an kejiwaan.


“Sebelumnya Rita pernah didiagnosis di RSUD Mas Am­syar. Hasilnya saat itu ia­ mengalami gangguan kejiwa­an, lalu dibawa ke RSJ Kalawa Atei Palangka Raya. Tapi pihak medis di sana malah menyarankan agar Rita tidak dirawat di rumah sakit jiwa, karena tidak mengalami gang­guan jiwa,” tuturnya.


Setelah itu Rita akhirnya di­bawa pulang. Sejak itulah kondisi Rita malah berubah dan cenderung bersikap ti­dak normal selama berbulan­-bulan.
Rita malah lebih sering mengurung diri di dalam ka­mar dan tidak tidak mau ma­kan selama tiga bulan.


Kondisi itupun membuat keluarga semakin bingung atas kejelasan penyakitnya.


Menurutnya pihak keluar­ga telah menghabiskan dana puluhan juta untuk menjala­ni pengobatan secara tradisio­nal.


Begitu pula dengan pengobatan medis di rumah sakit.


Kini pihaknya mengharap­kan­ bantuan dari Pemkab Katingan seperti yang diteri­ma­ warga Desa Tura dan Sam­ba Katung yang menderita tumor dan kanker. (B-6)