BORNEONEWS, Palangka Raya - Jelang Hari Rabies Sedunia atau HRS yang diperingati setiap tanggal 28 September 2022, berbagai program telah disusun untuk menekan angka penularan rabies di Kota Palangka Raya.
Salah satu yang telah rutin dilaksanakan beberapa tahun belakangan adalah program steril gratis yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya. Tahun inipun kegiatan serupa kembali digelar, tentunya dengan skala yang lebih besar.
"Tahun ini kuota steril yang mampu kita laksanakan mencapai kisaran 55 ekor. Hari pertama, tepat pada tanggal 28 September itu kami rencanakan menyeteril 40 ekor dulu di Puskeswan Kalampangan, sisanya nanti tanggal 29 September di Klinik Hewan Dinas PKP Palangka Raya," kata Kepala Puskeswan Kota Palangka Raya, dokter hewan atau Drh Eko Hari Yuwono kepada Borneonews, Selasa, 27 September 2022.
Menurut Drh Eko Hari, angka ini meningkat sangat pesat mengingat tahun lalu pihaknya hanya mampu melakukan steril kepada 35 ekor hewan jantan lokal.
"Memang ini khusus steril hewan jantan dan lokal atau kampung. Jadi kucing dan anjing kampung lokal yang kita steril, dengan tujuan menekan kasus rabies di Palangka Raya," tuturnya.
Selain program yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya ini, ada pula pihak-pihak lain yang melaksanakan kegiatan serupa.
Seperti Balai Karantina Kota Palangka Raya yang juga melaksanakan program steril di hari yang sama pula nantinya. Selain itu, ada pula Universitas Kristen Palangka Raya atau Unkrip melalui Fakultas Peternakan Unkrip yang menggelar program vaksinasi rabies gratis di lingkungan kampus.
--page
"Makin banyak yang bergerak makin bagus. Artinya makin banyak program yang bisa dipilih masyarakat untuk bisa mendapatkan layanan vaksinasi, pemberian vitamin, serta steril gratis. Misalnya di Kalampangan lokasinya terlalu jauh kan, bisa ikut program steril yang dari instansi lain yang lebih dekat. Pokoknya tujuan kita sama, yakni untuk menekan angka rabies di Kota Palangka Raya," tegas Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)









