SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sukamara, H Ahmadi mengharapkan agar budaya dayak di Bumi Gawi Barinjam dilestarikan supaya tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

"Budaya-budaya dayak yang ada di daerah kita ini memang harus dilestarikan, dan kita juga harus melaksanakan festival budaya sebagai upaya melestarikan," kata Ahmadi, Selasa, 27 September 2022.

Menurut dia, agar budaya tersebut bisa terus ada, maka harus ada regenerasi, mengingat setiap kegiatan budaya dilaksanakan yang terlibat adalah orang-orang yang telah sepuh.

"Karena kita lihat dari berbagai acara yang digelar, rata-rata mereka yang melaksanakan kegiatan adat sudah berumur tua, sehingga perlu ada regenerasi," ujarnya.

Dia mengharapkan, kedepan, ada anak-anak muda yang menjadi pelaku adat dalam melaksanakan budaya dayak, seperti para pemain musik tradisional hingga yang memimpin acara adat seperti yang baru saja digelar yakni ritual adat Sensarih Banua atau Bebayar Niat maupun ritual adat lainnya.

--page

"Karena saat ini yang melakukan semuanya sudah berusia tua sampai para pemain musik tradisionalnya, jadi memang harus ada penerusnya," ujar Ahmadi.

Selaku Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi juga meminta agar Dinas Kebudayaan bisa berkoordinasi dengan Dewan Adat Dayak terkait pelestarian adat dan budaya dayak agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. 

Yang mana, salah satu konsep yang direncanakan adalah melalui kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah, sehingga anak-anak sudah mengenal budaya dan adat daerah atau adat dayak. (NORHASANAH/B-7)