KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Tiur Simatupang menegaskan, setidaknya ada tiga pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di yang disiapkan untuk ikut akreditasi puskesmas tahun ini. Meskipun diakui, sebenarnya ada 10 puskesmas milik pemerintah kota (Pemkot) yang beroperasional dengan baik.
Tiur mengungkapkan, persoalan akreditasi menyangkut indikator sarana prasarana berupa kelayakan fisik bangunan, seberapa bagus pelayanan yang diberikan petugas, rasio antara fisik bangunan layanan kesehatan dengan petugas medis yang tersedia, jumlah peralatan medis yang dimiliki, kualitas dan kuantitas tenaga medis, hingga pelayanan oleh tenaga adiminstasi serta baiknya manajemen Puskesmas.
Karena pertimbangan itu, ada tiga unit puskesmas yang disiapkan terlebih dulu yaitu Puskesmas Pahandut, Puskesmas Menteng, dan Puskesmas Panarung. “Untuk 2016 ini, kita siapkan tiga dulu yang ditargetkan lolos akreditasi. Sekarang ini rencananya tiga, ya karena ini baru mulai. Bahkan mungkin se- Kalteng baru kita,” cetus Tiur kepada Borneonews.
Ia mengelak jika disebut hanya tiga yang siap, karena menurutnya semua sudah siap. Apalagi aturan terbaru mewajibkan puskesmas terstandarisasi. Jika tidak, akan sulit bekerja sama dengan asuransi kesehatan yang semakin hari kerjasamanya semakin diseleksi ketat. Hanya saja terkait akreditasi, memang perlu persiapan untuk songsong pelaksanaannya.
“Kenapa akreditasi harus kita siapkan bertahap? Karena di 2019 semua puskesmas pelayanan yang ada di kota ini harus terakreditasi sebab itu amanat dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 tentang Puskesmas,” jelasnya.
Karena itu pihaknya getol melakukan perbaikan untuk puskesmas non unggulan lainnya, mulai dari penambahan sarana prasarana, pelatihan tenaga medis maupun pelatihan khusus untuk administrator puskesmas, hingga studi banding untuk belajar manajemen kelola puskesmas.
Minta bantu dilapori
Demi menunjang kinerja pelayanan kesehatan, Tiur pun meminta siapapun kalangan pengguna layanan puskesmas untuk memberikan masukan dan kritik agar semakin baik dan siap hadapi akreditasi. Intinya, ia ingin dilapori ketika ada sesuatu yang mencoreng layanan puskesmas. Terutama, jika ada pelayanan buruk petugas medis kepada pasien.
“Akreditasi ini menyangkut untuk pelayanan, juga sarana dan prasarana harus dilengkapi, dan si petugas medis pun harus layani masyarakat dengan baik.Tolong saya dibantu untuk kontrol orang itu, siapa yang nakal dan baik akan ketahuan dan ditegur,” janji Tiur. (RZ)


