BORNEONEWS, NangaBulik – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati mengingatkan kepada warga yang menjadi korban banjir untuk mewaspadai sebaran penyakit yang sering muncul saat banjir melanda pemukiman mereka.
“Banjir tidak hanya membawa dampak kerugian materiil dan tekanan psikis bagi korbannya, akan tetapi masalah kesehatan sering menyerang warga saat banjir melanda pemukiman,” katanya, Kamis 29 September 2022.
Penyakit itu muncul adanya kotoran dan kuman yang terbawa hanyut air, hingga fasilitas kebersihan yang tidak memadai selama banjir menjadi penyebab utama munculnya penyakit.
Maka dari itu, ia terus mengingatkan kepada warga yang terdampak banjir untuk senantiasa menjaga kesehatan dari penyakit akibat musibah banjir yang sudah dua minggu lebih ini melanda pemukiman warga.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir, agar selalu menjaga kesehatannya dari penyakit,” ucapnya.
Disebutkan Rosmawati, beberapa penyakit yang bisa muncul dari imbas banjir diantaranya infeksi kulit, leptospirosis, diare, demam berdarah, Ispa, DBD, tifus dan pes yang merupakan penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis.
Penyebaran penyakit-penyakit itu dibawa oleh air yang kotor dan bercampur dengan kotoran, bahkan limbah yang dihasilkan pada lingkungan rumah yang terdampak banjir.
--page
Rosmawati juga berharap, meski dengan kondisi banjir seperti sekarang ini, warga jangan sampai lengah akan pentingnya kesehatan tubuhnya.
Bahkan masyarakat disarankan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin melakukan cuci tangan terlebih dahulu sebelum dan sesudah makan, ketika akan memasak makanan pastikan terlebih dahulu peralatan yang akan dipakai dalam keadaan bersih.
“Tetap jalankan perilaku hidup bersih dan sehat dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-6)









