BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Hendra Lesmana mendorong jajaran perangkat daerah maupun masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan upaya dalam mendorong peningkatan produksi produk lokal.
Hal ini, kata Bupati, diperlukan salah satunya sebagai langkah strategis daerah dalam menanggulangi maupun memitigasi dampak inflasi ditengah pemberlakukan kenaikan BBM.
“Kalteng termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang inflasinya cukup tinggi, maka salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah mendorong produksi produk lokal,” kata Hendra di Nanga Bulik, Kamis, 29 September 2022.
Produksi produk-produk lokal tersebut di antaranya seperti beras maupun lainnya yang masih potensial untuk terus dipacu peningkatannya.
"Maka untuk mewujudkannya perlu sinergi dan kerja keras semua, baik pemerintah, maupun dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat," tuturnya.
--page
Selain itu, langkah strategis lainnya dalam pengendalian inflasi di daerah juga dilaksanakan pasar murah dan pasar penyeimbang.
Selain itu pemerintah daerah juga telah membagikan bibit cabai kepada masyarakat dalam pelaksanaan gerakan bersama pengendalian inflasi di daerah.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kalteng pada bulan Agustus tercatat sebesar 6,94 persen. Angka ini jauh berada di atas angka inflasi nasional sebesar 4,69 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain, angkutan udara, bawang merah, beras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan nila, tomat, bahan bakar rumah tangga, pasir, cabai rawit, dan udang basah. (HENDI NURFALAH/B-5)









