PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, diperkirakan curah hujan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bulan Oktober dan November 2022 bakal lebih tinggi dibandingan bulan September.

Kepala BMKG Kelas III Iskandar, Aqil Ihsan, Ihsan, Kamis, 29 September 2022 mengatakan hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer baik regional maupun global juga pengaruh siklonik NORU di wilayah utara atau dari wilayah Filipina dan selatan atau wilayah Australia.

"Sehingga prakiraan cuaca tahun 2022 hingga 2023 ini, Kabupaten Kobar masuk dalam 3 zona musim (ZOM) di Kalteng. Rinciannya yaitu ZOM Kalteng 08, awal musim pada bulan September dasarian I dengan sifat hujan normal dan puncak musim pada bulan Desember," jelas Aqil Ihsan.

Kemudian, menurut Aqil Ihsan, ZOM Kalteng 09 yaitu awal musim pada bulan September dasarian III dengan sifat hujan normal dan puncak musim pada bulan November.

"Sedangkan ZOM Kalteng 13, awal musim pada bulan September dasarian III dengan sifat hujan normal dan puncak musim pada bulan Desember," jelas Aqil Ihsan.

--page

Faktor-faktor tersebut, menurut Aqil Ihsan merupakan hal yang mempengaruhi kondisi curah hujan belakangan ini.

"Sehingga berdasarkan monitoring dan prakiraan kondisi atmosfer musim hujan 2022 2023 dipengaruhi oleh El Niño Southern Oscillation (ENSO). Kemudian La Nina tahun ini merupakan tahun ketiga sejak 2020. BMKG memprakirakan Agustus 2022 hingga Januari 2023 masih berpotensi La Nina dengan kecenderungan menjadi netral. La Nina akan mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian timur," jelas Aqil Ihsan.

Kemudian, lanjut Aqil Ihsan, kondisi cuaca saat ini juga dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD).

"BMKG memprediksi hingga Desember 2022 IOD akan tetap bernilai negatif. IOD Negatif akan mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Selain itu juga dipengaruhi oleh sirkulasi monsun Asia-Australia. Untuk monsun Australia masih berlangsung hingga November 2022. Monsun Asia diprediksi memasuki wilayah utara Indonesia pada Desember 2022 dan bertahan hingga Maret 2023.l," jelas Aqil Ihsan.

Aqil Ihsan menambahkan untuk suhu permukaan laut Indonesia pada Agustus hingga November 2022 diprediksi lebih hangat dari normalnya, sedangkan Desember 2022 perairan Indonesia mulai memasuki kondisi netral. (WAHYU KRIDA/B-5)