BUPATI Lamandau, Marukan bersama isteri, Maria Neva Marukan, Rabu (27/1) menyalurkan hak pilihnya di TPS 25, komplek SDN 6 Bulik, Kelurahan Nanga Bulik.
Bupati dan isteri yang datang sekitar pukul 09.45 WIB, langsung menunjukkan surat pemberitahuan (C6 KWK) kepada petugas KPPS. Tak lama berselang, kemudian petugas memanggil keduanya untuk langsung menuju bilik suara dan melakukan prosesi pemungutan suara hingga tuntas.
Dalam kesempatan itu, Marukan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bisa menerima apapun hasil dari Pilgub Kalteng ini.
“Kita tidak tidak bisa memaksakan keputusan diri kita sendiri. Karena ini keputusan kolektif masyarakat Kalteng. Kita mau marah, marah sama siapa.
Sebab antara satu orang dengan orang yang tidak akan tau siapa yang menjadi pilihan masing-masing,” tandasnya.
Setelah melakukan pencoblosan, Bupati langsung berinisiatif untuk melakukan pemantauan langsung, secara kebetulan di tempat yang sama Kapolres AKBP Johanes Pangihutan Siboro, telah tiba lebih dulu untuk mengecek langsung kondisi keamanan saat pemungutan suara.
Usai mencoblos Marukan bersama Kapolres AKBP JP Siboro meninjau sejumlah TPS yang ada di kota Nanga Bulik. Mayoritas suasana pemungutan suara berlangsung aman dan lancar.
Terkait tingkat partisipasi pemilih, khususnya di Kota Nanga Bulik, hingga separuh waktu dibukanya pemungutan suara yakni sekitar pukul 10.30 WIB, pemilih yang menyalurkan suara kurang dari 50 persen pemilih dari jumlah DPT di masing-masing TPS yang sudah menyalurkan hak pilihnya.
Marukan meyakini partisipasi pemilih bisa lebih dari 50 persen.
“Dari laporan yang saya terima, tingkat partisipasi pemilih pada TPS yang ada di desa-desa sampai saat ini cukup baik,” katanya.
Sementara itu, di SDN 6 Bulik ini, empat ruang kelas yang dimanfaatkan untuk TPS, antara lain TPS 22, 23, 24, dan TPS 25. Beberapa pejabat juga melakukan pencoblosan di TPS-TPS yang lokasinya berdekatan.
(B-11)


