BADAN Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sukamara pa­da tahun anggaran 2015 la­lu menyerahkan bantuan me­sin jahit, obras, dan tibangan, ke­pada sejumlah kelompok ma­syarakat.


Kepala BLH Sukamara Iwan Miraza mengatakan, ban­tuan itu diberikan dalam ben­­tuk hibah. Tujuannya un­tuk membuat masyarakat Su­ka­­­mara lebih kreatif da­lam men­­­daur ulang sampah. De­ngan begitu tentu akan ber­dampak positif terhadap per­baikan pereko­no­mian me­reka.


“Mesin jahit, obras, dan tim­bangan yang diserahkan ti­dak dalam jumlah banyak, te­tapi bertujuan untuk me­ning­katkan kreatif masyarakat dalam mendaur ulang sam­pah. Sehingga kreasi yang dihasilkan dapat lebih ber­sih dan bernilai eko­no­mis,” kata Iwan Miraza saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Selasa (26/1/2016).


Iwan melanjutkan, bantu­an itu tidak dihibahkan kepada semua masyarakat tetapi ha­­nya kelompok tertentu di ba­wah binaan BLH dan ke­lom­pok swadaya masyarakat (KSM). Dengan sistem itu di­ha­rapkan bantuan bisa tepat sa­saran.


“Bantuan tersebut bisa di­gu­nakan untuk mengobras ka­rung beras dan menjahitnya menjadi baju atau tas. Se­lain itu bungkus kopi (sachet) bi­sa dibuat baju dan kreasi lain­nya,” katanya.


Menurut  Iwan Miraza, de­ngan tingginya kreasi daur ulang sampah di Kabupaten Su­kamara ten­tunya akan da­pat mengurangi vo­lume sam­pah yang masih menja­di masalah di setiap dae­rah. (MG13/B-3)