PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah berharap sistem AquaEasy dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan lokal.

 Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng Darliansjah menyampaikan optimalisasi tersebut dapat dilakukan dengan modifikasi sistem sehingga kedepan bisa tetap mengutamakan produk lokal sehingga dan mengakomodir sesuai kebutuhan.

 "Kami berharap bahwa kesempatan ini dapat menjadi awal kemitraan kita terutama dalam budidaya udang vaname untuk ikut membangun sektor kelautan dan perikanan di Kalteng," ungkapnya.

Sistem AquaEasy merupakan sistem Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan pengelolaan tambak udang.

 Sistem ini dikembangkan PT. Robert Bosch Indonesia. Perusahaan telah melakukan riset selama 4 tahun dalam peluncuran AquaEasy.

 AquaEasy menjadi sebuah platform teknologi budidaya udang dengan teknologi AI dan Internet of Things (IoT) yang diklaim dapat mendukung kesuksesan budidaya udang secara signifikan. (HERMAWAN DP/B-6)