POLEMIK ketiadaan anggaran pelantikan para pengurus baru Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) periode 2016-2019 memunculkan ketidakberesan RKA lain di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kobar. Yakni RKA Kegiatan Ikrar Bhakti Anak Bangsa (IBAB) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2016.
Keanehan RKA Kegiatan IBAB Kalteng Tahun 2016 senilai Rp276 juta itu, terletak pada isi daftar alokasi anggaran kegiatan. RKA itu berisikan belasan kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan IBAB.
Melainkan untuk kegiatan kebutuhan pramuka dan kemah pejabat ELY 2016. Hal ini tentu saja menuai komentar dari berbagai pihak. Salah satunya dari para pengurus terpilih KNPI Kobar hasil Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Ke-8 28 November 2015.
Pasalnya, dalam RKA KNPI tahun 2016 yang disusun pengurus KNPI periode sebelumnya dengan nilai anggaran Rp164 juta, juga terbebani alokasi anggaran uang saku peserta IBAB Kalteng 2016 senilai Rp70 juta.
“Di satu sisi IBAB Kalteng tahun ini dimasukkan ke RKA KNPI dan di sisi lain anggaran pelantikan tidak dianggarkan pengurus sebelumnya. Sedangkan di RKA Kegiatan IBAB Kalteng senilai Rp276 itu isinya malah tak satupun berisikan alokasi anggaran untuk IBAB. Malah untuk kegiatan pramuka,” ujar Yasan, Wakil Ketua KNPI terpilih, Rabu (27/1).
Kaget
Terpisah, mengomentari hal tersebut, Kepala Disdikpora Kobar Aida Lailawati mengaku kaget dan baru mengetahui bahwa RKA IBAB Kalteng 2016 yang disusun diajukan oleh para bawahannya itu cacat.
Diakuinya, tidak semua RKA yang disusun bawahannya untuk dimasukkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdikpora itu dikomunikasikan kepadanya.
Dirinya mengatakan, bila hal ini disebabkan karena adanya penyalahgunaan RKA atau atas kesengajaan para anak buahnya.
Dirinya memastikan anggaran-anggaran untuk IBAB Kalteng, dan Pramuka maupun KNPI bermasalah ini akan dicabut atau tak akan dicairkan sama sekali. “Kalau benar ada niat penyalahgunaan RKA, semuanya tidak akan saya beri anggaran. Biar saja.”
(RD/B-7)


