BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan potensi media sebagai alat propaganda politik saat kontestasi pemilihan umum (pemilu).
Pranata Humas Muda Diskominfosantik Kalteng, Ferawati menyampaikan salah satu potensi tersebut adalah masih terkonsentrasinya pemilikan media pada sekelompok elit.
Semua itu terlihat dari beberapa media besar yang dimiliki atau sebagian besar sahamnya dipegang oleh tokoh politik Indonesia.
Selain itu pola bisnis media yang masih menggunakan pola lama dengan mengedepankan iklan sebagai sumber pendapatan utamanya ikut memberikan peran.
“Orientasi komersial yang terlampau berlebihan, penggunaan iklan sebagai sumber utama pendapatan (primary source of income) bisnis media,” ungkapnya saat diskusi bersama media di Aquarius Boutique Hotel Kamis 29 September 2022.
--page
Ditambah lagi dengan tradisi jurnalistik yang masih konvensional, dengan menggantungkan sumber informasinya atau sourcing mass media news.
Terakhir karena mengedepankan norma kalah dan menang dalam politik sebagai bagian dari disiplin peliputan media atas pelaksanaan pemilu. (HERMAWAN DP/B-11)








