KETUA Tim Pemenangan Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (SOHIB), Abdul Razak, menyatakan kemenangan pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah (Pilgub Kalteng) yang digelar pada Rabu (27/1/2016).

Berdasarkan perhitungan riil (real count), pasangan nomor urut 1 meraup 54,56% dari 97% total suara yang masuk.


“Sedangkan paslon nomor 2 memperoleh 45,44%,” ungkap Razak di Sekretariat Pemenangan SOHIB, di kantor DPD Golkar Kalteng, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Rabu (27/1/2016).


Namun, mantan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) itu meminta pendukung SOHIB untuk bersabar menanti hasil akhir penghitungan KPU Kalteng. “Kita sebagai pemenang tetap akan menghormati dengan sama-sama menunggu pengumuman resmi KPU Kalteng. Kita meyakini dan optimistis, calon kitalah sebagai pemenang Pilgub,” tegas Razak.


Ia menambahkan, kemenangan SOHIB harus dikawal agar luput dari kemungkinan kecurangan dalam proses penghitungan suara. Ia juga tak mempersoalkan bila kubu lawan mengklaim kemenangan.


“Silakan, tidak apa. Nanti kita buktikan sama-sama. Saya berharap massa pendukung tenang dan tidak mengembuskan isu yang mengganggu kondusivitas,” seru Razak.


Pernyataan kemenangan juga disampaikan Haji Ruslan, ketua Tim Pemenangan SOHIB Wilayah Barat Kalteng. “Saya baru sujud syukur. Kita deklarasikan kemenangan,” ungkapnya, dalam jumpa pers di Kantor DPD Golkar Kobar, di Pangkalan Bun, tadi malam.


Ia membeberkan laporan para saksi yang bersumber dari Formulir C1. SOHIB menang di seluruh kabupatem wilayah Barat Kalteng, yaitu di Kotawaringin Timur (Kotim) dengan capaian 70%, Seruyan 64,88%, Kobar 56%, Lamandau 57%, dan Sukamara 60%.


“Insya Allah tak jauh dari angka itu. Di Kobar hampir final. Sampit tinggal dapil 5,” kata Haji Ruslan sambil meminta para saksi jangan lengah dalam mengawal kemenangan.


Ia juga meminta KPU jujur dan adil dalam proses penghitungan riil. “Jangan ada intervensi. Aparat juga harus tegas, jujur, dan adil,” tegasnya.

Hasil quick count


Sementara berdasarkan hasil akhir hitung cepat (quick count) lembaga survei Indikator Politik Indonesia, SOHIB unggul dengan 50,72%. Sementara pasangan nomor urut 2 memperoleh 49,28%.


“Selisih suara kedua pasangan tidak signifikan secara statistik.  Karena itu, quick count ini  tidak bisa  menyimpulkan pasangan mana  yang akan memenangkan Pilkada Kalteng,” ungkap Burhanudin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator, tadi malam.


Sedangkan berdasarkan penghitungan Indobarometer, SOHIB memperoleh 49,57% dan Willy-Wahyudi 50,43%. Namun, hingga Rabu (27/1/2016) tengah malam, data quick count yang dihimpun Indobarometer terhenti di angka 97,33%.
(B-10)