BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam upaya menekan inflasi daerah. Itu supaya angka inflasi dapat turun hingga empat persen pada tahun 2023 mendatang.
"Saya mengimbau masyarakat untuk bercocok tanam untuk turut andil dalam menekan angka inflasi. Sehingga pada tahun 2023 mendatang angka inflasi di Kalimantan Tengah dapat berada di angka empat hingga lima persen," katanya, Sabtu, 1 Oktober 2022.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah hingga saat ini terus melakukan upaya pengendalian inflasi jangka pendek dengan menggencarkan operasi pasar murah dan pasar penyeimbang pada sejumlah titik di wilayah kabupaten dan kota.
"Pada operasi pasar bahan pangan yang dijual sudah diberikan subsidi oleh pemerintah. Sehingga masyarakat dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah," jelasnya.
Selain pengendalian angka inflasi jangka pendek, pemerintah setempat juga telah melakukan berbagai upaya pengendalian jangka panjang, dengan membangun wilayah ketahanan pangan terpadu.
--page
Selain itu, dirinya juga menginstruksikan setiap pemerintah kabupaten kota, agar menyiapkan lahan dan alokasi dana khusus untuk pengembangan wilayah ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing. Sehingga tidak bergantung pada daerah lain.
"Saya berharap kepada Presiden supaya ada kebijakan, ada alokasi khusus untuk ketahanan pangan daerah sekitar 10 sampai 20 persen sehingga tidak ada inflasi," ungkapnya. (NOPRI/B-7)









