PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siswandi berharap pemda khususnya Provinsi Kalteng supaya dapat memperhatikan dengan serius sektor pendidikan di Kalteng ini terlebih lagi itu menyangkut persoalan tunjangan kinerja daerah (TKD) guru bersertifikasi.

Siswandi mengatakan mengenai TKD guru ini sangat penting untuk diperhatikan, sebab guru merupakan ujung tombak utama untuk meningkatkan kualitas SDM melalui sektor pendidikan, sehingga sudah sewajarnya apabila guru dihargai dan diapresiasi serta diberikan hak berupa pembayaran tunjangan dari pemda.

"Kami minta persoalan TKD guru ini khususnya yang bersertifikasi agar bisa dimasukan kedalam anggaran, karena kami akan terus memperjuangkan dan mempertanyakan hal tersebut dimanapun hingga pemda bisa memperhatikannya," ucapnya, Minggu,2 Oktober 2022.

Selain melalui aksi yang dilakukan para guru bersertifikasi beberapa waktu lalu, ketika pihaknya melaksanakan reses dan mengunjungi sekolah-sekolah di daerah wilayah Kalteng persoalan TKD ini selalu menjadi pertanyaan yang disampaikan oleh para guru.

"TKD ini sangat diharapkan oleh para guru di daerah khususnya yang bersertifikasi, karena memang berdasarkan keluhan belum tentu para guru ini mendapatkan sertifikasi setiap bulannya karena kekurangan jam mengajar, terlebih lagi tidak didukung saran yang memadai," jelasnya.

Siswandi menyebut masih ada peluang untuk TKD guru bersertifikasi bisa diakomodir oleh Pemprov Kalteng dengan menganggarkan melalui anggaran yang bersumber dari dana selain dana transfer ke daerah. Dan tentu hal itu juga perlu memperhatikan kemampuan keuangan daerah serta memperoleh persetujuan dari DPRD Kalteng sesuai undang-undang.

--page

"Namun di sisi lain, besaran TKD yang diberikan tersebut berbeda-beda nominalnya disetiap daerah tidak disamaratakan. Karena, kita harus menyesuaikan kemampauan keuangan daerah. Tapi yang pasti meski demikian TKD tetap ada untuk guru bersertifikasi biarpun nominalnya tidak sama," tandasnya. (DONNY D/B-6)