IMBAUAN dan sanksi bagi pelajar yang masih menggunakan motor saat bersekolah rupanya tidak membuat para siswa-siswi di seluruh sekolah di Kota Sampit jera. Buktinya masih banyak dari mereka yang terjaring razia polisi dalam beberapa hari terakhir.
Seperti yang dikatakan Kasat Lantas Polres Kotim AKP Boni Arifianto, di mana dalam beberapa hari terakhir sekitar 100 buah motor terpaksa diamankan dari para pengendara yang tidak memiliki SIM atau perlengkapan berkendara lainnya. Dari jumlah sebanyak itu, hampir seluruhnya dikemudikan oleh anak di bawah umur atau yang masih pelajar.
“Masih banyak pelajar yang terjaring, padahal imbauan dan sosialisasi sudah kami lakukan,” ujar Boni.
Razia yang dilakukan disejumlah persimpangan di Kota Sampit ini dilakukan setiap pagi hari. Dengan sasaran para pengendara yang tidak lengkap dalam berkendara.
Meskipun sudah sering dilakukan razia, namun masih banyak warga yang tetap melakukan pelanggaran. Bahkan para pelajar yang sudah dilarang baik itu dari Dinas Pendidikan maupun kepolisian juga masih banyak yang mengindahkan.
Dilarangnya pelajar menggunakan motor sendiri bukan tanpa sebab, hal ini dilakukan demi keselamatan yang bersangkutan. Karena bukan hanya satu atau dua orang yang sudah menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan bermotor, namun sudah cukup banyak. Sehingga hal itulah yang saat ini menjadi perhatian kepolisian.
“Pelajar itu masih labil, dan tidak bisa menjaga emosi. Sehingga sangat berbahaya menggunakan kendaraan bermotor,” ungkap Boni.
Boni hanya berharap agar orang tu selalau memperhatikan hal ini, dan melarang anaknya mengendarai motor. Sehingga keselamatan sang anak bisa terjamin, dan penerus bangsa ini bisa tetap ada. (MH/B-7)


