BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengingkapkan selama bulan September 2022 berdasarkan dua kota acuan yakni Sampit dan Palangka Raya mengalami inflasi 1,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,23.
"Di Sampit terjadi inflasi terbesar 1,43 persen dan Palangka Raya sebesar 1,05 persen. Jadi, berdasarkan dua kota acuan ini Kalteng mengalami inflasi sebesar 1,19 persen, ini hampir sama dengan inflasi nasional," ucapnya, Selasa, 4 Oktober 2022.
Inflasi gabungan tersebut diakibatkan karena adanya kenaikan indeks kelompok transportasi sebesar 7,45 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,85 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,59 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 0,34 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu diantaranya bensin, beras, bahan bakar rumah tangga, pasir, kacang panjang, daging ayam ras, pisang, mie kering instan, tarif kendaraan travel, dan air kemasan.
Kemudian, untuk komoditas penyumbang deflasi yaitu bawang merah, angkutan udara, tomat, minyak goreng, semangka, cabai rawit, ikan gabus, ikan nila, ikan layang/ikan benggol, dan emas perhiasan.
Dilihat dari sisi inflasi tahun kalender yaitu September 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 5,94 persen dan inflasi tahun ke tahun September 2022 terhadap September 2021 sebesar 8,12 persen.
--page
Melalui pantauan berdasarkan dari 90 kota IHK secara nasional, 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bukit Tinggi sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 114,45 dan deflasi tertinggi di Manokwari sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 113,97. (DONNY D/B-6)









