PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kehadiran Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph pada kegiatan Posyandu Akbar 2022 di GOR Futsal Tana Malai Tolung Lingu (TMTL) merupakan bentuk seriusnya orang nomor satu di Bumi Tana Malai Tolung Lingu ini memperhatikan masalah Posyandu terutama isu Stunting.

Di mana Posyandu Akbar, dengan tema Lindungi Anak Kita Dari Stunting Dengan Rutin Ke Posyandu merupakan gagasan penting untuk menggelorakan semangat untuk melawan Stunting di masyarakat.

Bagk Bupati kunci pencegahan dan penanganan kasus stunting adalah di 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita di bawah dua tahun (Baduta) perlu terus diupayakan.

“Peran Posyandu dalam pencegahan dan penanggulangan stunting sangatlah penting, khususnya upaya pencegahan stunting pada masa balita. Melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang dilakukan melalui pengisian kurva KMS, balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak jatuh pada permasalahan pertumbuhan kronis atau stunting,” kata Bupati Perdie saat itu.

Perdie juga berharap peran aktif di tingkat desa/kelurahan, bidan dan petugas gizi Puskesmas bersama dengan kader di masing-masing desa/kelurahan untuk melakukan penelusuran terhadap bayi dan balita yang berpotensi stunting, yaitu Balita 2 bulan berturut-turut Berat Badan Tidak Naik, Balita dengan Gizi Buruk dan Gizi Kurang, Balita penderita penyakit kronis TBC dan Alergi serta Balita dengan gangguan metabolisme.

--page

Karena kata Bupati melawan dan mencegah Stunting harus dengan semangat gotong royong, semua pihak harus terkibat, unsur pemerintah dari level Kabupaten hingga Desa juga harus bergerak sehingga Mura menuji zero kasus stunting bisa di wujudkan bersama.

Selain itu, jajaran medis juga diharapkan mampu berkolaborasi dengan stakeholder setempat, bisa bersama kades Posyandu untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan Sunting di tempat tugas masing masing.

Teritama para Kepala Desa dimana saat itu Bupati mengharapkan agar terlibat aktif, mendukung para petugas di desa untuk melakukan program program pencegahan stunting.

Jangan sampai kata Bupati ada Kepala Desa yang tidak mendukung bahkan mengabaikan, karena Stunting merupaka  isu penting dan punya dampak yang besar terhadap generasi penerus dan harus diawali saat ini untuk dapat membentuk generasinyang berkwalitas dan sehat. (Trs)