PASANGAN Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (SOHIB) menang telak di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.
Di desa transmigrasi ini SOHIB mendapat 749 suara, sedangkan pasangan nomor urut 2, Willy M Yoseph-Wahyudi K Anwar (WIBAWA) hanya memperoleh 352 suara. Total DPT di Desa Tahai Jaya 1.761 jiwa, sedangkan yang mencoblos hanya 1.128 jiwa dan sisanya golput atau sedang merantau ke kota.
Menang mutlaknya SOHIB di wilayah transmigrasi ini karena gencarnya sosialisasi yang dilakukan tim saat masa kampanye lalu. Bahkan mantan Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran dan Habib Said Ismail bersama tokoh penting lainnya sempat kampanye langsung. Jadi wajar jika nama SOHIB sudah sangat dikenal bagi warga transmigrasi.
“Sayangnya partisipasi pemilih dalam pilgub kali ini sangat rendah. Selain banyak yang merantau, mungkin terlalu lamanya masa tenang pasca tertundanya pilgub yang seharusnya digelar 9 Desember 2015,” sebut Sekretaris Desa Tahai Jaya, Parno kepada Borneonews, Kamis (28/1/2016).
Rukun Widadi, salah satu panitia pemungutan suara di Desa Tahai Jaya menyebut banyak warga yang tidak dapat undangan, sehingga mereka malas datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
Padahal KPU telah membolehkan mereka ikut mencoblos dengan menggunakan KTP meski tidak dapat undangan dari panitia.
Tapi kata Rukun lantaran waktu pencoblosan untuk warga yang menggunakan KTP hanya bisa setelah lewat dari pukul 12.00 WIB, sehingga warga malas datang ke TPS.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Borneonews, perolehan pasangan SOHIB di Desa Tahai Baru yang letaknya bersebelahan dengan Desa Tahai Jaya hanya kalah satu suara.
SOHIB mendapat 461 suara, sedangkan WIBAWA unggul 462 suara. Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo sangat menyayangkan jika warga tidak menggunakan hak pilihnya, karena menggunakan KTP bisa mencoblos.
“Meski tidak dapat undangan seharusnya bisa mencoblos pake KTP dan KK,” tulisnya kepada Borneonews. (RI/B-6)


