PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kalteng, Nuryakin berharap kepada semua pihak baik instansi pemerintahan maupun vertikal supaya dapat saling bersinergi guna mengendalikan atau mengatasi inflasi di Kalteng ini.

Nuryakin mengatakan, meskipun hingga saat ini semua pihak telah bekerja keras untuk mengendalikan inflasi di provinsi ini termasuk tim TPID Kalteng namun hasilnya masih belum maksimal, sebab ini terjadi karena diakibatkan sejumlah faktor.

"Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya inflasi di Kalteng ini, jadi untuk mengatasi hal itu kita harus saling bersinergi sehingga inflasi bisa ditekan semaksimal mungkin," ujarnya, Rabu, 5 Oktober 2022.

Selain itu, Nuryakin menekankan berbagai upaya yang telah berjalan hingga saat ini baik itu kegiatan pasar penyeimbang atau pasar murah supaya dapat terus digencarkan sesuai jadwal yang telah ditentukan hingga bulan Desember 2022 mendatang.

"Kita harus optimis inflasi di provinsi ini bisa kita tekan, kita tidak boleh mundur berbagai upaya harus tetap kita lanjutkan atau jalankan dengan harapan inflasi bisa teratasi," tuturnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari BPS Kalteng  selama bulan September 2022 lalu berdasarkan dua kota acuan yakni Sampit dan Palangka Raya Kalteng mengalami inflasi sebesar 1,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,23.

--page

Faktor penyebab inflasi tersebut yakni adanya kenaikan terhadap berbagai komoditas seperti bensin, beras, bahan bakar rumah tangga, pasir, kacang panjang, daging ayam ras, pisang, mie kering instan, tarif kendaraan travel, dan air kemasan. (DONNY D/B-6)