NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Sejak Tim Publik Safety Center (PSC) Lamandau mengumumkan call center atau nomor darurat 199, maka banyak warga yang berbuat iseng dengan menghubungi nomor tersebut. Parahnya, mereka sering memberikan informasi palsu kepada petugas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati menjelaskan, PSC 119 Lamandau Bergerak Cepat (LBC) dituntut untuk selalu siap siaga dalam melayani masyarakat Kabupaten Lamandau 24 jam penuh khususnya di bidang kegawatdaruratan medis.

Ketika mendapat panggilan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan, Tim PSC119 LBC harus selalu siap untuk melayani. Namun sayangnya layanan ini justru dipermainkan oleh oknum masyarakat. Tim tersebut kerap mendapat informasi bohong atau informasi yang sifatnya hanya bercanda (prank)

“Sudah beberapa kali tim mendapatkan telepon dari seseorang yang ternyata itu hanya prank. Bahkan, berbicara tidak selayaknya dan masih banyak kejadian yang menurut kami sungguh disayangkan sekali,” ungkap Rosmawati di Nanga Bulik, Rabu 5 Oktober 2022.

Lanjut Kadis, Bagi mereka yang piket 24 jam, hal seperti itu sangat mengganggu. Karena mereka harus melakukan respon cepat agar dapat melakukan pelayanan sebaik-baiknya.

“Ada yang menelepon 119 dengan serius karena terjadi kecelakaan dan kami menanggapi dengan cepat, saat kami berada di perjalanan dan melakukan konfirmasi, ternyata hanya prank dengan suara tawanya bersama teman-temannya,” ungkap Kadis.

la berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas pelayanan publik yang disediakan pemerintah. Karena layanan PSC tersebut merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk meningkatkan pelayanan cepat kepada masyarakat.

--page

Rosmawati menyampaikan bahwa PSC 119 LBC adalah penanganan kegawatdaruratan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat rujukan ke rumah sakit yang siap melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional.

“Dengan prinsip time saving is life and limb yang diharapkan dapat menjamin respon cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan setiap orang yang mengalami kegawatdaruratan di wilayah Kabupaten Lamandau,” ungkapnya.

Petugas yang terlibat dalam PSC 119 LBC meliputi tim medis yang menyiapkan pelayanan ambulans gawat darurat, penyelamatan korban yang akan ditangani oleh tagana dan unit pemadam kebakaran, petugas pengamanan dari Satpol PP, TNI, dan Kepolisian serta dibantu oleh masyarakat. (HENDI NURFALAH/B-6)