MESKI jalan menuju Kotawaringin Lama (Kolam) sudah mulai fungsional dan pengguna jalan tak lagi memerlukan jasa transportasi perahu, namun kondisi jalan pascabanjir mengalami banyak kerusakan cukup parah.

Hal itu memicu warga dan pengguna jalan melakukan penanganan sementara. Salah satunya pembuatan portal oleh warga setmoat dengan meminta imbalan.


Agus, warga Kolam menuturkan, jalur darat Pangkalan Bun-Kolam sudah bisa dilalui kendaraan. Namun, selama beberapa hari terakhir, titik jalan sepanjang sekitar 70 meter dekat Jembatan Sungai Lamandau mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut mulai memicu warga dan para pengguna jalan untuk melakukan penanganan secara swadaya. Dengan dana yang diperoleh dari pungutan terhadap pengguna jalan.


“Yang rusak itu kira-kira 70 meteran. Mulai tadi (25/1) pagi, jalan itu diberi portal dari papan. Kalau mobil antara Rp10 ribu sampai Rp20 ribu. Sedangkan untuk motor, kadang ditarik pungutan, kadang juga tidak,” ujar Agus, Senin (25/1).


Inisiatif warga membenahi titik jalan rusak itu dibenarkan oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kobar, Bambang Suherman. Legislator daerah pemilihan (dapil) Kolam ini mengaku mendapat laporan dari warganya yang berinisiatif untuk membenahi kerusakan jalan. Inisiasi tersebut utamanya diusulkan oleh para sopir kendaraan angkutan penumpang atau travel.


“Sekarang jasa perahu getek itu sudah tidak ada lagi karena surut. Tapi jalan di dekat Jembatan Sungai Lamandau itu sekarang rusak parah. Saya saja ngak bisa lewat. Jadi para sopir travel itu berinisiatif bikin lintasan papan,” kata Bambang Suherman, pekan lalu.  (B-7)