BUPATI Kobar, Bambang Purwanto mengaku banyak surat undangan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah atau C6 yang tidak sampai ke tangan pemilih. Aduannya itu langsung ia terima dari masyarakat Kobar melalui pesan singkat Halo Pak De.
“Banyak warga yang mengirim SMS ke saya mengadu tidak menerima surat C6,” ungkap dia, Kamis (28/1).
Akibat banyaknya warga yang memiliki hak pilih tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Seperti yang dialami Sukimun, warga RT 4, Desa Amin Jaya Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak pernah menerima surat undangan dari petugas RT, RW bahkan desa setempat.
“Saya tidak menerima surat undangan apapun, datang ke TPS karena tau hari ini, (Rabu, Red) ada pemilu. Saya bawa KTP saja,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kobar, Samijan mengatakan, Surat C6 sudah dicetak sesuai jumlah DPT yang ada.
“C6 itu sudah kami cetak dan kami sebar sebanyak jumlah DPT yang ada di Kabupaten Kobar,” ungkap dia melalui sambungan telepon, kemarin.
Sudah disampaikan
Samijan menambahkan, surat C6 juga sudah disampaikan dengan ketentuan prosedur yang ada. Yakni 3 hari sampai 1 hari sebelum penyelenggaraan pemilukada berlangsung. “Waktu pembagiannya tiga hari sebelum pencoblosan sampai 1 hari sebelum pencoblosan,” katanya
Namun dia tidak mengetahui jika C6 banyak yang tidak sampai ke tangan pemilih. Karena, pihaknya sudah menyebar surat C6 sesuai dengan jumlah DPT yang ada.
Sementara itu, pemilih diduga banyak yang golput, partisipan pemilih diakui beberapa pihak tidak sesuai data jumlah DPT. (CP/B-7)


