Oleh: Roni Sahala
dan Muchlas Rozikin
SAMPAI Kamis (28/7/2016) malam, rekapitulasi suara hasil pemilihan gubernur (pilgub) Kalteng, berdasarkan formulir Model C1 terus berjalan. Hingga pukul 22.30 WIB, data yang dipublikasi di website KPU telah melampaui angka 72%.
Pasangan nomor urut 1 Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (SOHIB), mengungguli pasangan nomor urut 2 Willy M Yoseph-Wahyudi K Anwar (WIBAWA), hampir 4%. Suara SOHIB hampir mencapi 52%, sementara WIBAWA 48%.
Kondisi itu berbeda dengan penghitungan di malam sebe-lumnya, Rabu (27/1/2016), ketika WIBAWA unggul tipis dari SOHIB. Tapi, data yang masuk masih di bawah 30%.
Hingga hampir tengah malam tadi, SOHIB unggul di sembilan kabupaten, dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng. Kesembilan kabupaten yang memenangkan SOHIB adalah Sukamara, Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur (Kotim), Pulang Pisau (Pulpis), Kapuas, Barito Selatan (Barsel), dan Barito Utara (Barut).
Untuk Sukamara, Lamandau, dan Barsel, KPU Kalteng telah menuntaskan 100% penghitungan model C1. Di Sukamara SOHIB unggul 57,58% suara. Di kabupaten ujung barat Kalteng ini, WIBAWA hanya memperoleh 42,42%.
Keunggulan sekitar 58% juga terjadi di Kobar dan Seruyan. Sementara di Lamandau, SOHIB unggul 53,05%.
Di Kotim, tempat asal calon wakil gubernur Wahyudi K Anwar, SOHIB unggul lebih telak. Di kabupaten dengan daftar pemilih tetap (DPT) tertinggi di Kalteng itu, raihan suara SOHIB hampir mencapai 65%.
Keunggulan cukup telak juga terjadi di Kapuas. Di basis suara Habib Said Ismail ini, SOHIB meraih suara 63%. Sedangkan di Barut, SOHIB unggul hingga 53%. Dan, keunggulan tipis terjadi di Barsel (50,90%).
Hitung cepat Indikator
Keunggulan SOHIB dalam persebaran suara itu tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis Indikator Politik Indonesia, sehari sebelumnya, yang tayang di Metro TV.
I
ndikator menyebut SOHIB unggul di delapan daerah. Indikator hanya tidak menyebut Barut, sebagai wilayah yang masuk peta kemenangan SOHIB.
Secara keseluruhan, Indikator juga menyebut SOHIB unggul tipis dengan 50,91% suara, sementara WIBAWA meraih 49,09%. Dengan margin error 2,84%, suara kontestan pilgub Kalteng, bisa bertambah atau bisa berkurang di kisaran persentase itu.
Melihat tren penghitungan KPU hingga tadi malam, prediksi Indikator nyaris benar. Terbukti, SOHIB cenderung memperoleh tambahan suara sekitar dua persenan, sesuai batas margin error tersebut.
Penghitungan suara formulir Model C1, bersumber dari KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara). KPU menyebut, perhitu-ngan C1 masih bersifat sementara. Adapun kemungkinan kesalahan akan diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat selanjutnya.
(B-10)


